Teroris Australia Sebut Ba'asyir Sebagai Pemimpin JI
Senin, 24 Mei 2004 14:20 WIB
Jakarta - Seorang tersangka teroris Australia mengklaim bahwa Abu Bakar Ba'asyir memimpin kelompok teror Asia Tenggara, Jemaah Islamiyah (JI). Klaim Jack Roche yang dituduh merencanakan serangan teroris di Australia itu disampaikan kepada Kepolisian Federal Australia.Roche, 50, hari Senin ini disidang atas tuduhan plot pengeboman Kedutaan Israel di Canberra. Demikian seperti diberitakan Associated Press (AP), Senin (24/5/2004)."Pada akhirnya, dialah (Ba'asyir) yang membuat keputusan menyangkut struktur JI di Asia Tenggara," tukas Roche dalam interogasi dengan polisi, yang kutipan wawancaranya dibacakan di Pengadilan Distrik Perth hari Senin (24/5/2004) ini.Ba'asyir yang kembali ditangkap kepolisian Indonesia pada April lalu, berulang kali membantah dirinya sebagai pemimpin JI -- kelompok radikal yang disebut-sebut terkait jaringan al Qaeda. Ulama tersebut menegaskan dirinya tidak punya kaitan dengan terorisme.Adapun Roche mengaku tidak bersalah dalam plot teror Canberra tersebut. Pria kelahiran Inggris yang kini menjadi warga negara Australia itu, terancam hukuman penjara maksimum 25 tahun jika terbukti merencanakan serangan bom ke Kedutaan Israel di Canberra. Pengeboman itu tidak berhasil dilakukan. Pekan lalu, penuntut umum Australia mengatakan bahwa Roche pernah membahas plot tersebut dengan anggota-anggota senior al Qaeda dan JI.
(ita/)











































