Polda Metro Jaya Siap Amankan Nurdin Jika Diancam Dibunuh

Polda Metro Jaya Siap Amankan Nurdin Jika Diancam Dibunuh

- detikNews
Rabu, 02 Mar 2011 12:53 WIB
Jakarta - Meski mengaku terancam jiwanya, Ketua PSSI Nurdin Halid belum meminta pengamanan dari Kepolisian. Namun demikian, jajaran Polda Metro Jaya siap mengamankan Nurdin.

"Semua orang merasa terancam jiwanya, tugas Polri untuk memberikan pengamanan baik itu pengawalan, penjagaan dan pengamanan lain," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman saat ditanya wartawan apakah Polda Metro Jaya siap mengamankan Nurdin Halid.

Hal ini disampaikan Sutarman di SPN Lido, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (2/3/2011). Menurut Sutarman, pihaknya belum menerima permintaan resmi dari Nurdin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini belum ada permintaan pada kita. Tetapi, bila ada warga, semua orang tidak boleh main hakim sendiri dan melakukan tindakan di luar hukum. Kita akan melakukan tindakan hukum kalau orang itu menyerang, siapa pun orangnya," ujar Sutarman.

"Kalau misalnya ada masalah dalam PSSI, silakan urus sendiri karena bukan urusan polisi. Tetapi, ada pengancaman itu adalah tugas kita. Tidak boleh bangsa ini ancam mengancam," lanjut dia.

Sutarman tidak mempersoalkan apabila aparat polisi melakukan penjagaan. "Penjagaan perorangan akan kita berikan tetapi yang bersangkutan belum meminta secara resmi pada kita. Tetapi dengan seperti itu minimal kita patroli semuanya, minimal patroli sudah ada," kata Sutarman.

Nurdin curhat dengan suara bergetar dan mata memerah soal ancaman ini. Curhatan ini disampaikan Nurdin
di hadapan anggota Komisi X DPR pada 1 Maret 2011. Pria yang terus menerus didemo agar turun dari kursi Ketua Umum PSSI itu, mengaku menerima pesan pendek (SMS) yang isinya ancaman pembunuhan.

"Jiwa saya terancam. Saya menerima SMS yang isinya mengancam akan membunuh saya. Keluarga saya juga diancam," kata Nurdin sambil menitikkan air mata.

Nurdin mengakui ada sejumlah orang yang telah mengancam dan menerornya. Salah satu pengancamnya itu adalah petinggi di negara ini. Nurdin pun siap buka-bukaan asalkan diberi perlindungan hukum oleh DPR.

"Saya akan beberkan siapa petinggi negeri ini yang mengancam saya akan saya buka di sini. Asal saya mendapat perlindungan dari Komisi X karena DPR punya hak imunitas," kata Nurdin dengan mata berkaca-kaca.

Sejumlah anggota DPR mengusulkan agar persoalan ancaman itu dibicarakan dalam forum tertutup. Namun anggota Komisi X yang lain tetap menginginkan agar hal itu dibicarakan dalam forum terbuka namun tidak menyebutkan nama.

(aan/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini