Hal itu disampaikan Sekjen OKI Ekmeleddin Ihsanoglu dalam pidatonya di sidang Dewan HAM PBB atau UN Human Rights Council di Jenewa, Swiss. Ditegaskannya, krisis Libya harus diselesaikan secara damai.
"Izinkan saya untuk menggarisbawahi posisi kami menentang setiap kemungkinan intervensi militer menyangkut situasi di Libya," tutur Ihsanoglu seperti dikutip media Press TV, Rabu (2/3/2011).
Dikatakan Ihsanoglu, OKI telah mengirimkan tim untuk menelaah bantuan kemanusiaan yang diperlukan di perbatasan Libya dengan Tunisia dan Mesir.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Robert Gates telah memerintahkan dua kapal perang AS, USS Ponce dan USS Kearsarge untuk mendekati Libya. Kedua kapal yang mengangkut 800 Marinir itu dikerahkan untuk membantu saat evakuasi dalam situasi darurat serta untuk upaya kemanusiaan.
Gates menegaskan, intervensi militer AS harus dipertimbangkan dengan hati-hati. "Semua opsi di luar bantuan kemanusiaan dan evakuasi adalah kompleks," tutur Gates.
Menurut Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Laksamana Mike Mullen, Departemen Pertahanan AS tengah menganalisa berbagai opsi militer. Namun hingga kini belum ada keputusan soal itu.
(ita/nrl)











































