Pengamat: Gus Dur di Luar Sistem Perkuat Demokrasi
Senin, 24 Mei 2004 13:54 WIB
Jakarta -
Niat Gus Dur memilih berada di luar sistem menyusul keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak meloloskannya sebagai capres justru akan memperkuat demokrasi."Gus Dur kalau di luar sistem justru akan memperkuat demokrasi di Indonesia. Gus Dur itu tokoh besar dalam perjuangan demokrasi apalagi dia juga tokoh civil society," kata pengamat sosial dan politik Fachry Ali usai peluncuran buku berjudul 'Dari Uang Rakyat Sampai Pasien Politik' karya Baharuddin Aritonang di gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/5/2004).Menurut Fachry, keberadan Gus Dur akan menyangga masyarakat untuk melawan intervensi negara yang semakin kuat. "Jadi memang sebaiknya Gus Dur tidak dalam kekuasaan," ujarnya.Selain itu, lanjut Fachry, sikap informal Gus Dur lebih banyak dibanding sikap resminya. "Itu tercermin ketika dia menjadi presiden dulu. Padahal seharusnya seorang pemimpin nya sedikit dan lebih banyak pada perbuatan," demikian Fachry Ali.Calon presiden Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdurrahman Wahid (Gus Dur) resmi menjadi golput dan memilih berada di luar sistem setelah diumumkan gagal sebagai capres oleh KPU. Gus Dur juga menggugat KPU sebesar Rp 1 triliun karena dinilai mencemarkan nama baiknya.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
