"Seperti yang sering kita dengar di media masalah kemacetan yang katanya pada tahun 2014 akan ada kemacetan total. Untuk itu, hari ini kita mendengarkan curah pendapat dari para pakar untuk mengurai kemacetan di DKI Jakarta," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto dalam acara curah pendapat untuk mengurangi kemacetan di DKI Jakarta, Balai Agung, di gedung Balai Kota, Jakarta, Rabu (2/3/2011).
Para pakar yang diundang adalah Agus Pambagio (anggota majelis profesi masyarakat transportasi Indonesia), Alviansyah (Pengajar departemen Teknik Sipil UI), Darmaningtyas (pakar dari UGM), Dedy Arief (konsultan transportasi), Iskandar Abubakar dari Irjen Kementerian Perhubungan dan Profesor Ofyar Zainuddin Tamin (pengajar Teknik Sipil ITB).
"Kemacetan di Jakarta ini gara-gara siapa. Menurut saya sebagian tanggung jawab ada di tangan pemerintah pusat dan sebagian pemerintah daerah. Sebagian juga berada di tangan aparat penegak hukum dan masyarakat," terang Prijanto.
Menurutnya, untuk mengurai kemacetan ada 3 hal yang penting. Pertama, pengembangan angkutan massal. Kedua, adanya manajemen lalu lintas yang baik dan pembangunan infrastruktur jalan. Namun ia mengingatkan ketiga hal itu tetap memerlukan adanya perilaku disiplin dari semua komponen masyarakat.
Dalam acara itu, Prijanto memamerkan sebuah video yang memperlihatkan 2 orang juru parkir bisa menghentikan arus kendaraan hingga berpuluh-puluh kilometer hanya untuk parkir kendaraan.
"Kami mohon bantuan para pakar untuk memikirkan masalah transportasi dan solusi kemacetan di Jakarta," pinta Prijanto.
(feb/gun)











































