"Apa yang dilakukan SBY sebenarnya linear dengan apa yang disampaikan Demokrat.
Kira-kira kita tangkap, apa yang disampaikan atau dilaporkan Demokrat diiyakan oleh SBY," ujar pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (1/3/2011).
Menurut dia, pidato SBY terkait Setgab Koalisi memang belum menyatakan jelas apa
yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun SBY menyinggung adanya sanksi bagi
yang melanggar 11 butir kesepakatan bersama partai koalisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan alumnus UI dan Unpar ini, pidato SBY memang tidak gamblang hitam atau putih. Tidak ada talak tiga bagi yang partai yang bandel. Namun pidato SBY mengarah pada kesepakatan baru, termasuk partai yang dipangkas perannya dan partai yang bertahan.
"Kalau Golkar bertahan karena tidak nakal, maka untuk buffer ke depannya, butuh kesepakatan baru. Manakala SBY dengan sengaja menjelaskan kepada publik poin apa
yang ingin ditekankan sehingga ada penegasan pada partai yang ada agar tidak lagi berperilaku sama," terang Yunarto.
"Dilihat dari komitmen, terlihat tidak mungkin SBY tidak akan melakukan apa-apa. Mungkin ini akan ada transaksi politik. Dalam waktu dekat saya rasa segera ada
reshuffle," ucap pria berkacamata ini.
(vta/nrl)











































