Dalam wawancara ekslusif dengan Sky News, Rabu (2/3/2011), Saif juga menegaskan tak lagi mendengar komentar Cameron soal Libya. Dia bahkan menilai apa pun yang diucapkan Cameron sebagai 'lelucon'.
Anak yang paling dibanggakan Khadafi itu menolak pemerintah Libya saat ini kehilangan kendali atas rakyatnya. Aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini dianggapnya sebagai bentuk terorisme dan menegaskan keinginannya untuk tetap di Libya hingga mati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, saat ini Saif memang gencar bertindak sebagai juru bicara pemerintahan Libya. Dia kini aktif melawan semua tekanan asing, termasuk dari Amerika Serikat dan PBB.
Pernyataan keras Libya ini dilakukan menyusul rencana Inggris dan negara sekutu yang akan mengirimkan kekuatan militer ke Libya.
Sebelumnya Amerika Serikat sudah lebih dulu melakukan hal ini guna membantu proses evakuasi dan kemanusiaan.
(mad/lia)











































