Kapolresta Bogor AKBP Slamet Nugroho Wibowo mengatakan, pelaku berjumlah lima orang. "Pelaku diduga membawa senjata api," kata Wibowo kepada detikcom, Selasa (1/3/2011) malam.
Wibowo mengatakan, pelaku mendatangi rumah tersebut sekitar pukul 05.45 WIB. Saat itu, perwira TNI AD itu baru saja berangkat kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susi Ratnawati, istri perwira TNI yang berada di rumah saat itu kumpul bersama kedua orangtuanya di ruang tengah. Dia lalu dikejutkan dengan kedatang para pelaku yang mengacungkan senjata api di depan pintu.
"Pelaku kemudian mengikat korban," katanya.
Setelah itu, pelaku juga mengikat tangan kedua orangtua Susi dan adiknya. Mereka berempat lalu dimasukkan ke dalam kamar mandi.
Usai menguasai korban, pelaku kemudian membawa barang-barang berharga di rumah itu. Pelaku berhasil membawa kabur 5 handphone, sejumlah perhiasan emas, jam tangan dan sejumlah uang tunai.
"Tidak ada korban jiwa dalam perampokan itu," katanya.
Setelah membawa kabur harta korban, pelaku kemudian melarikan diri. Sementara itu, Susi yang sudah mengetahui kepergian pelaku, melepaskan ikatan tangannya dan berlari ke luar rumah.
"Dia lalu meminta pertolongan warga," katanya.
Terkait peristiwa itu, Kapolres menyatakan jika pihaknya akan meningkatkan patroli di perumahan penduduk. Selain itu, warga juga diimbau untuk menghidupkan kembali pengamanan swakarsa.
"Siskamling kalau bisa setiap malam bergantian untuk patroli," kata dia.
Perampokan di Kota Bogor akhir-akhir ini marak. Senin (28/2) lalu, perampokan bersenjata api terjadi di rumah pengusaha. Pemilik rumah mengalami luka terserempet peluru dari senjata pelaku di bagian pinggangnya.
(mei/mad)











































