"Saya nggak tahu maksud Presiden siapa, barangkali partai lain," kata Aburizal yang ditemui usai melayat ke rumah Rizal Ramli, di Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (1/3/2011).
Menurut Ical, sapaan akrabnya, selama ini Golkar justru sangat mendukung pemerintah. Dia juga yakin Golkar tak pernah sekalipun melanggar kesepakatan yang telah ditandatangani dengan SBY.
"Kalau Golkar rasanya nggak pernah melanggar kesepakatan. Karena apa yang dilakukan Golkar sesuai dengan poin-poin yang ada dalam perjanjian koalisi," katanya.
Dia menegaskan, koalisi bukan hanya wadah untuk mencari teman. Dalam koalisi setiap partai boleh menyampaikan visi dan misinya demi pemerintahan yang lebih baik ke depan.
"Maka Golkar mencanangkan dalam masalah angket pajak untuk memberangus (mafia) perpajakan. Tapi secara mendasar dalam kesepakatan itu jelas dikatakan tetap dibolehkan melakukan kritik-kritik membangun dan itulah yang dilakukan Golkar untuk mempertahankan pemerintahan sampai 2014," jelas pria berkacamata ini.
Namun begitu secara keseluruhan, isi pidato SBY ditanggapi positif oleh Ical. Hanya saja, sejauh ini belum ada rencana komunikasi dengan SBY.
"Kita menyambut baik, bahwa sebagai koalisi akan lebih baik ke depan. Tapi saya belum lakukan komunikasi
Sementara itu Sekretaris FPG DPR Ade Komarudin di tempat yang sama mengatakan, rakyat dan negara ini sebenarnya diuntungkan dengan sikap politik Partai Golkar. Untuk angket pajak, Golkar sudah berulang-ulang dilakukan dalam rangka memperbaiki sistem perpajakan dalam rangka manaikkan penerimaan negara
dan menghilangkan mafia pajak.
Sedangkan dalam kasus century ada kerugian negara yang luar biasa besar. "Karena itu, Partai Golkar meyakini apa yang dilakukan adalah tujuan mulia, bukan untuk memakzulkan presiden," jelasnya.
(lia/mad)











































