Pidato SBY Pemanasan Sebelum Lakukan Reshuffle

Pidato SBY Pemanasan Sebelum Lakukan Reshuffle

- detikNews
Selasa, 01 Mar 2011 23:27 WIB
Pidato SBY Pemanasan Sebelum Lakukan Reshuffle
Jakarta - Presiden SBY akhirnya angkat bicara menanggapi situasi panas yang terjadi di antara partai koalisi. Pidato berdurasi lebih kurang 10 menit itu dinilai cukup menjadi pemanasan bagi partai koalisi sebelum akhirnya SBY benar-benar akan melakukan reshuffle pada anak buahnya.

"Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meyakini pernyataan SBY adalah pemanasan sebelum reshuffle kabinet dilakukan," tulis Wakil Sekjen PPP Romahurmuzy dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (1/3/2011).

Pria yang akrab disapa Romi ini sempat tidak percaya, ternyata selama 1,5 tahun ini SBY telah melakukan evaluasi terhadap partai yang bermitra dengan pemerintah. Dengan waktu yang cukup panjang itu, pastinya ketika SBY melakukan evaluasi baik pada partai maupun utusan partai di kabinet sudah berdasarkan proses yang cukup matang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Evaluasi selama 1,5 tahun menunjukkan kesabaran dan kehati-hatian SBY dalam mempertahankan rajutan dengan mitra koalisi. Dengan begitu, jika terjadinya evaluasi tentunya telah didasarkan atas parameter obyektif kinerja dan subyektif kebersamaan yang dibangun dalam nota kesepahaman," katanya.

PPP sendiri lanjutnya, tidak terlalu ambil pusing jika Presiden benar akan melakukan evaluasi atau tidak. Hanya saja, dengan melakukan evaluasi itu paling tidak bisa membantu memulihkan kepercayaan publik pada pemerintah.

"Kunci dari evaluasi, jangan sampai terus menggantung harapan publik," ujar mantan anggota hak angket kasus Century ini.

Bagaimana klasifikasi penilaian saat evaluasi nanti itu terserah Presiden sebagai pemegang mandat. Romi yakin SBY punya penilaian masing-masing pada partai-partai yang mengusungnya.

"PPP meyakini SBY akan memiliki timbangan yang berbeda dalam melihat dan memutuskan sikap kepada satu-dua partai. Namun appaun langkah yang diambil kita harap dengan evaluasi ini, jalannya pemerintahan ke depan akan lebih stabil," tandas anggota Komisi VII ini.

(lia/mad)


Berita Terkait