Kasudin PU Jalan Jakarta Pusat Indrastuti mengatakan dalam program 2011, terpantau ada 588 ruas jalan yang rusak di wilayahnya. Namun dengan anggaran yang ada, ruas jalan yang bisa ditangani hanya 98 ruas dengan sistem layer atau berlapis sesuai standar perbaikan jalan. Sementara sisanya hanya dilakukan tutup lubang.
"Untuk anggaran tahun 2011 diusulkan Rp 128 miliar untuk perbaikan jalan. Tapi yang direalisasikan hanya Rp 43 miliar. Dengan anggaran yang ada, ruas jalan yang bisa ditangani hanya 98," kata Indrastuti seperti dihubungi wartawan, Selasa (1/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang telah dikerjakan dari 70 ribu meter itu baru 33 ribu meter persegi. Dengan anggaran tersebut akan dikerjakan 43 kegiatan pemeliharaan berat, 12 betonisasi, 14 trotoar dan 2 jembatan," ujar Yayat.
Lain halnya di Jakarta Utara, ada 26 jalan rusak dan tidak memenuhi standar. Standar maksudnya tidak bisa diperbaiki sehingga harus dibeton. Namun untuk betonisasi perlu dana yang besar.
Di Jakarta Timur sendiri anggaran perbaikan jalan yang disetujui hanya Rp 92 miliar dari Rp 102 miliar yang diusulkan untuk tahun anggaran 2011. Untuk itu yang akan dibeton sebanyak 18 ruas jalan.
Sedangkan di Jakarta Barat dari dana Rp 250 miliar yang diusulkan, yang hanya dipenuhi Rp 59 miliar. "Karena anggaran dikurangi, untuk perbaikan hanya dilakukan 400 ribu meter persegi. Padahal, yang diperlukan sebanyak 2 juta meter persegi," Kasie Pemeliharaan Jalan, Pardjiman.Β
Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo sendiri mengatakan pihaknya akan memasukan proyek perbaikan jalan melalui sistem betonisasi dalam dedicated program tahun 2012.
"Sebagai ibukota tidak pantas jika jalan Jakarta ada yang tidak memenuhi standar," ucapnya.
(feb/mad)











































