Megawati: Selama Ini Kita Salah Menangani Kemajemukan
Senin, 24 Mei 2004 11:49 WIB
Jakarta -
Selama ini Indonesia telah salah dalam menangani persoalan kemajemukan. Kemajemukan seharusnya diakomodasi secara desentralisasi, bukan terpusat.Demikian pidato sambutan Presiden Megawati dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (24/5/2004)."Selama ini kita menangani masalah kemajemukan tidak seiring dengan hakikat kemajemukan itu sendiri. Bukannya mengakomodasi keragaman dan mengelola perbedaan dengan mendesentralisasikan. Tetapi sebaliknya, malah menanganinya secara terpusat," kata Megawati.Dijelaskan Megawati, mekanisme penanganan kemajemukan seperti itu tidak efisien dan mengandung masalah besar.Pada bagian awal pidatonya Megawati mengatakan, kemajemukan menjadi masalah paling besar dalam kehidupan bangsa Indonesia. Kemajemukan tidak hanya terlihat di permukaan, tetapi juga telah meresap ke dalam berbagai hal yang mendasar."Seperti wawasan kita mengenai hidup dan kehidupan, mengenai apa yang kita anggap adil dan tidak adil, mengenai hubungan antara agama dan negara, atau hubungan antara suku dan suku lainnya," tutur Megawati.Peringatan Harkitnas tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Antara lain, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar, Menlu Hassan Wirajuda, dan suami presiden, Taufiq Kiemas.
(djo/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































