Diduga Korban Malpraktik, Bayi 8 Bulan Kehilangan Jari

Diduga Korban Malpraktik, Bayi 8 Bulan Kehilangan Jari

- detikNews
Selasa, 01 Mar 2011 18:29 WIB
Tangerang - Maureen Angela (8 bulan) terpaksa kehilangan jari kelingking kanannya. Diduga terjadi kesalahan perawatan medis saat bayi ini dirawat di sebuah rumah sakit di Tangerang.

Angela adalah anak dari pasangan Linda Kurniawati (34) dan Budi Kuncahya (35) warga Jalan Besi Raya RT 5 RW 14, Perumnas II Cibodas Baru, Kota Tangerang. Menurut orangtuanya, Angela kehilangan jari setelah mendapatkan perawatan di RS AB, Jl MH Thamrin, Tangerang.

"Tangan kanan anak saya tidak selincah tangan kirinya," kata Linda, ketika ditemui, Rabu (1/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Linda mengaku, awalnya pada tiga bulan lalu, Angela menderita sakit demam dan diare. Khawatir sakit yang diderita anaknya makin parah, Angel dibawa orangtuanya ke RS AB pada 16 November 2010.

Angel dirawat di unit gawat darurat (UGD) dan diinfus di jarinya oleh dokter jaga, untuk menjaga kestabilan tubuh Angel yang ketika itu sedang kejang. Angel lalu dirawat hingga 27 Desember 2010.

"Di ruang UGD, anak saya diberikan cairan infus oleh dokter jaga bernama I. Padahal tanpa persetujuan dari saya dan keluarga," klaim Linda, sembari memangku buah hatinya itu.

Linda menyebut, dokter itu mengatakan cairan infus itu baru pertama kali diberikan kepada pasien anak-anak. Selama dalam masa penyembuhan di rumah, jari kelingking balita itu yang pada awalnya hanya luka biasa, menjadi borok.

Borok itu lantas menggerogoti jari kelingking tangan kanan Angel, kemudian jari bayi itu hilang sehingga tinggal empat jari yang utuh. Mengetahui itu, Linda meminta pertanggungjawaban dari rumah sakit tersebut.

"Tetapi anak saya cuma diberikan perawatan gratis. Pihak rumah sakit tidak mau membayar DP biaya perawatan anak saya Rp 3,7 juta. Saya minta kompensasi ganti kerugian Rp 3,5 milliar, tidak dihiraukan manajemen rumah sakit itu," kata Linda.

Pihak Humas RS AB saat dikonfirmasi hanya membenarkan ada masalah antara pihak mereka dengan keluarga Linda. Namun mereka menolak menjelaskan lebih lanjut.

"Iya, memang benar ada permasalahan seperti itu. Hanya saja pihak manajemen sedang berada di luar kota. Mereka berpesan kalau ada apa-apa, ajukan saja proposal untuk jumpa pers," ujar staf humas RS AB yang enggan namanya disebutkan.

(fay/vta)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini