Lily Wahid & Gus Choi Curhat tentang PAW ke Priyo

Lily Wahid & Gus Choi Curhat tentang PAW ke Priyo

- detikNews
Selasa, 01 Mar 2011 17:18 WIB
Jakarta - 2 Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lily Wahid dan Effendi Choirie terancam dipecat karena berbeda suara tentang hak angket mafia pajak. Mereka pun mengeluhkan hal itu kepada Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.

"Kedua sahabat ini tadi menanyakan pada saya, apakah pimpinan DPR sudah menerima surat (PAW). Saya jawab belum. Saya tidak ingin ikut campur urusan internal partai. Itu hak partai," ujar Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.

Hal itu disampaikan politisi Golkar ini di ruangannya, Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/3/2011).

Priyo pun berjanji akan menemui Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Priyo akan meminta Cak Imin untuk berpikir ulang mengenai pergantian antar waktu (PAW).

"Tapi saya akan coba hubungi sahabat saya Muhaimin Iskandar dan Marwan Jafar. Saya akan telepon. Apa tidak dipikir efeknya? Nantinya akan seperti efek bola salju," jelas Priyo.

Dukungan, imbuh Priyo, malah akan mengalir pada Lily dan Gus Choi bak hujan meteor. Kondisi tersebut akan kontraproduktif untuk PKB.

"Saya bergerak saja sebagai teman, bukan atas permintaan dua sahabat saya ini. Mudah-mudahan suara saya sebagai teman masih dikenal," jelas Priyo.

Dia berharap, DPP PKB tidak melakukan PAW pada dua politisi tersebut. Gus Choi dan Lily adalah dua politisi handal.

"Saya berharap tidak sampai seperti itu. Kedua tokoh ini kan luar biasa populer. Dulu itu saya ingat, PKB Muhaimin, Gus Choi dan Ali Masykur itu amat hebat, simbol PKB yang akan terus dikenang. Dan ini Ibu Lily Wahid, siapa yang tidak kenal beliau, beliau sangat populer. Ini kedua politisi PKB yang sayang (kalau di-PAW)," imbuhnya.

Namun Priyo mengembalikan hal itu pada wewenang partai, karena PAW adalah hak partai. Sampai hari ini, surat PAW keduanya belum diterima pimpinan DPR.

"Itu memang hak partai tapi sebagai teman saya sangat berat. Saya yakin Pak Marzuki Alie pun akan banyak mempertimbangkan sebelum menandatanganinya," jelasnya.

"Ini akan jadi catatan sejarah. Karena jika ini (PAW) terjadi setelah reformasi, baru sekali ini partai memecat anggotanya karena berbeda pendapat saat paripurna. Mudah-mudahan ini dipertimbangkan," tutur Priyo.

Lily dan Gus Choi bertemu di ruangan Priyo sekitar 30 menit sejak pukul 15.45 WIB.

Sebelumnya, dua orang tersebut memilih menyetujui hak angket mafia pajak yang didukung Fraksi Golkar dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Padahal sebagai partai yang masuk dalam Setgab Koalisi, PKB menegaskan sikapnya menentang hak angket mafia pajak, termasuk di DPR. Lily dan Gus Choi berbeda pendapat dengan mayoritas suara FPKB dan menyetujui angket itu.

(nwk/nrl)


Berita Terkait