Korban Peluru Nyasar Rusuh Mapolsek Kampar Pulang ke Rumah

Korban Peluru Nyasar Rusuh Mapolsek Kampar Pulang ke Rumah

- detikNews
Selasa, 01 Mar 2011 16:44 WIB
Pekanbaru - Muhamad Idris (38), seorang korban penembakan peluru karet nyasar dalam kerusuhan di Mapolsek Kampar, Kabupaten Kampar, Riau hari ini sudah bisa kembali ke keluarganya. Sekitar empat hari korban menjalani perawatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Selama perawatan, Idris ditempatkan di ruang VIP di rumah sakit milik Pemprov Riau tersebut. Korban mengalami luka tembak peluru karet di sekitar pergelangan tangan kirinya. Lengan kanannya juga terlihat bekas jahitan panjang.

"Alhamdulillah, hari ini korban sudah dinyatakan bisa rawat jalan oleh tim medis. Hari ini korban kita antarkan langsung ke kediamannya, di Kecamatan Kampar," kata Kapolres Kampar, AKBP MZ Muttaqien yang menjenguk langsung korban di RSUD Arifin Achmad, Selasa (1/3/2011) di Pekanbaru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Muttaqien, segala biaya yang dikeluarkan selama perawatan hingga sampai sembuh total akan menjadi tanggungan pihak Polres Kampar. "Kita menanggung seluruh biaya perawatannya. Begitu juga kita memberikan dana sagu hati buat keluarga korban," kata Muutaqien.

Korban peluru nyasar anggota Polsek Kampar ini, mengaku saat kejadian tidak ikut merusak faslitas milik negara itu. Dia hanya menonton melihat aksi brutal warga lainnya saat merusak Mapolsek. Namun malam itu, tiba-tiba saja pergelangan lengannya tertembak peluru nyasar.

Kasus penyerangan Mapolsek Kampar yang sempat heboh itu, dalam hitungan 2x24 jam bisa terselesaikan dengan cara upaya damai. Malah uniknya masyarakat setempat bersedia mengganti rugi atas kerusakan tersebut. Masyarakat terdiri dari tokoh agama serta lembaga adat bersama-sama urun rembuk untuk memperbaikinya. Dana yang dibutuhkan untuk perbaikan sekitar Rp 40 juta yang semua hasil sumbangan masyarakat.

"Mapolsek diperbaiki masyarakat secara gotong royong, seluruh dananya merupakan sumbangan dari masyarakat tanpa melibatkan siapapun. Besok kita perkirakan seluruh ruangan yang sempat di rusak sudah selesai dikerjakan," kata Muttaqien.

Perdamaian antara jajaran Polres Kampar dengan masyarakat yang sempat emosi itu tergolong cepat. Hanya hitungan dua hari saja situasi sudah bisa direda. Ini tidak lain karena memang kedekatan emosional yang begitu kuat yang dilakukan Muttaqien dengan elemen masyarakat.

Muttaqien mengakui, kerusuhan yang terjadi akibat dari kesalahan anggotanya yang telah menangkap warga tanpa memilik bukti kuat dugaan penjual judi togel. Akibat korban salah tangkap ini, ribuan orang marah dan lantas mengobrak-abrik Mapolsek Kampar.

Kini upaya perdamaian sudah dilakukan tanpa membawa ke jalur hukum dalam kasus pengerusakan tersebut. Empat orang warga yang sempat ditahan karena dianggap provokator itu, kini sudah dilepas.

"Terhadap anggota yang telah membuat kesalahan, tetap kita tindak. Sejumlah perwira di Mapolsek Kampar sudah kita pindah tugaskan. Ini guna mempermudah proses penyelidikan internal di tubuh Polri. Anggota yang salah tetap kita proses," kata Muttaqien.

(cha/fay)


Berita Terkait