โDengan mempertimbangkan situasi dan kondisi di Libya dan Mesir yang bergejolak dan bisa membahayakan TKI, maka pemerintah memutuskan menutup sementara pengiriman TKI ke dua negara," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam surat elektronik Humas Kemenakertranas kepada detikcom, Selasa (1/3/2011).
Sebagai konsekuensi dari keputusan tersebut, maka perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) tidak boleh lagi melakukan pengiriman TKI ke Libya dan Mesir. Hal ini telah disampaikan kepada BNP2TKI dan Disnaker Provinsi agar mengawasi secara ketat pengiriman TKI ke negara-negara di Timur Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyinggung kondisi politik serupa yang juga berlangsung di negara-negara lain Timur Tengah, sejauh ini ini belum diputuskan untuk juga dihentikan sementara. Pemerintah masih melakukan kajian sambil terus memantau perkembangan situasi di negara-negara yang dimaksud.
"Pemerintah memperhatikan keselamatan TKI di negara-negara yang dilanda konflik dan peperangan. Jangan sampai warga kita yang bekerja di sana turut menjadi korban," imbuh Muhaimin.
Sementara itu, mengenai pemulangan TKI dari Arab Saudi, dia menyatakan pemerintah telah mengerahkan segala upaya untuk mengatasi permasalahan sampai tuntas agar kasus yang bersumber dari pangkal masalah sama tidak terus terulang lagi di kemudian hari.
Sampai saat ini pemerintah Indonesia telah mengadakan empat tahap pemulangan WNI dan TKI dari Arab Saudi. Tahap awal, Senin, (14/2) telah dipulangkan sebanyak 301 orang dan 335 orang lagi pada tahap ke dua, Jumat (18/2).
Tahap ketiga, Rabu (23/2), berhasil dipulang 336 orang. Sedangkan tahap keempat, Seninย (28/2), telah dipulangkan 420 orang yang terdiri dari 221 orang laki-laki dan perempuan 119 orang.
(lh/nrl)











































