Tifatul Diminta Hati-hati Lontarkan Canda dalam Dialek Makassar

Tifatul Diminta Hati-hati Lontarkan Canda dalam Dialek Makassar

- detikNews
Selasa, 01 Mar 2011 15:58 WIB
Jakarta - Menkominfo Tifatul Sembiring diminta berhati-hati dalam melontarkan candaan dengan dialek Makassar. Bisa-bisa maksud candaan itu justru ditafsirkan sebagai sebuah hinaan.

"Pernyataan itu bisa ditafsirkan sebagai olok-olokan yang tidak saja pada Nurdin, tapi juga warga Makassar, karena hal itu dilontarkan di publik space," kata pengajar Jurusan Komunikasi Fisip Universitas Hasanuddin, Aswar Hasan, di Makassar, Sulsel, Selasa (1/3/2011).

Kalau memang bermaksud bergurau, Aswar menyarankan, Tifatul memberi catatan dalam kicauannya di twitter.

"Bahwa komentarnya itu candaan, terhadap kebiasaan spelling orang Makassar, karena candaan itu tidak hanya mengenai Nurdin semata," imbuhnya.

Sebelumnya, Tifatul berkicau soal PSSI. Namun, kicauan Tifatul dinilai melecehkan pihak tertentu dengan tweet-nya yang tiap katanya berakhiran 'ng', yang biasa digunakan masyarakat Makassar (okkots).

"PSSI itu bukang perusahaang. Kalau sedang diterangkang, coba dengarkang, penting itu pengalamang. Mengerti kang?..." tulis @tifsembiring.

Namun karena banyak menuai protes, Tifatul buru-buru meminta maaf kepada publik dan menjelaskan tweet-nya itu tidak bermaksud menghina.

"Maaf jika ada yg tersinggung dengam twit berkait okkots sebelumnya. Sama sekali tak ada maksud menghina. Sama seperti jika dialek lain ditirukan," tulis @tifsembiring, yang juga telah menghapus tweet yang dinilai menyinggung itu.

(ndr/nrl)


Berita Terkait