Cak Nur Imbau Gus Dur Tak Golput
Senin, 24 Mei 2004 01:23 WIB
Jakarta - Nurcholish Madjid mengimbau Abdurrahman Wahid (Gus Dur) membatalkan niatnya untuk tidak mencoblos (Golput) saat Pemilu Presiden, 5 Juli 2004. Sikap Golput justru akan menguntungkan lawan yang tidak disukai Gus Dur. "Saya khawatir golputnya Gus Dur justru memberi peluang bagi orang yang tak disukai Gus Dur menang," kata Cak Nur, panggilan akrabnya.Hal itu disampaikan Cak Nur di sela-sela peringatan ulang tahun pertama Perhimpunan Membangun Kembali Indonesia (PMKI) di kantor PMKI, Jl. Pulo Bangkeng, Jakarta, Minggu (23/5/2004) malam. Hadir dalam peringatan itu antara lain pengamat politik Eep Saifullah Fatah dan Andi Mallarangeng. Cak Nur menyarankan Gus Dur memilih yang terbaik dari para capres yang ada saat ini. "Kalau bisa Gus Dur itu make the best of whatever posible. Kalau tidak bisa semua, ya apa adanya," katanya. Rektor Universitas Paramadina itu mengakui Golput merupakan hak setiap orang yang tak bisa dihalangi. Tapi, diingatkannya pilihan itu justru akan percuma. "Kita harus ingat bahwa prosentase kemenangan Pemilu tidak pernah melibatkan Golput. Jadi Golput itu hilang begitu saja," demikian Cak Nur.
(iy/)











































