Dilanda Demo, Oman Didesak AS Untuk Menahan Diri

Dilanda Demo, Oman Didesak AS Untuk Menahan Diri

- detikNews
Selasa, 01 Mar 2011 15:05 WIB
Dilanda Demo, Oman Didesak AS Untuk Menahan Diri
Washington - Demonstrasi yang melanda Oman tak luput dari perhatian pemerintah Amerika Serikat (AS). Pemerintahan Barack Obama mendesak pemerintah Oman untuk menahan diri dan terus melanjutkan reformasi.

Desakan itu disampaikan pemerintah AS menyusul bentrokan berdarah antara para demonstran dan aparat kepolisian Oman di kesultanan Teluk Persia yang biasanya tenang itu.

Pemerintah AS telah menghubungi pemerintah Oman mengenai pergolakan di negeri itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami telah berhubungan dengan pemerintah dan mendorong untuk menahan diri dan menyelesaikan permasalahan melalui dialog," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS Philip Crowley seperti dilansir Reuters, Selasa (1/3/2011).

Crowley pun menyampaikan belasungkawa atas mereka yang tewas dalam aksi demo di Oman.

Dalam aksi demo di Kota Sohar pada Minggu, 27 Februari lalu, pasukan keamanan Oman menembaki para demonstran antipemerintah. Akibatnya enam orang tewas dan beberapa orang lainnya terluka. Ratusan orang ikut berdemo saat itu.

Sohar merupakan kota industri terbesar di Oman yang jaraknya sekitar 200 kilometer barat laut Muscat, ibukota Oman. Seorang pejabat keamanan Oman mengatakan, konfrontasi di Sohar terjadi sebagai respons atas upaya para demonstran untuk menyerbu kantor polisi.

Dalam aksinya, para demonstran menuntut perbaikan kondisi hidup dan reformasi politik. Para demonstran juga memprotes korupsi yang merajalela dan buruknya kondisi perekonomian di kesultanan itu.

Penguasa Oman Sultan Qaboos bin Said pada 27 Februari mengganti enam menteri di kabinetnya. Sultan juga berjanji akan menciptakan sekitar 50 ribu pekerjaan dan membagikan tunjangan pengangguran sebesar US$ 390 per bulan untuk para pencari kerja. Sultan juga meningkatkan beasiswa untuk para mahasiswa yang tampaknya dilakukan untuk mencegah meluasnya aksi demo di kesultanan kecil Teluk Persia itu.

Sultan Qaboos telah memimpin Oman selama empat dekade. Dia selama ini menerapkan kekuasaan absolut. Partai-partai politik dilarang di Oman.

(ita/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads