"Ya, diuji bakteri tapi tidak hanya sakazakii. Sekalian saja kita periksa semua yang akan ditentukan oleh Codecs," kata Endang dalam acara regional meeting on health and development challenge non communicable diasease di Hotel Gran Melia, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (1/3/2011).
Endang mengatakan, hari ini akan ada rapat bersama IPB, BPOM serta Dikti Kemendiknas untuk membahas masalah ini. "Agar kita sama dan sinkron. Nanti rapat untuk membicarakan proposal. Lalu kemudian proposalnya harus diperbaiki," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Endang terus-terusan didesak untuk mengumumkan ke publik susu apa saja yang mengandung bakteri Enterobacter Sakazakii. Namun Endang tak bisa karena data hasil penelitian IPB mengenai hal itu tidak pernah sampai di tangannya. Karena itu pihaknya akan mengkaji ulang susu-susu yang berbakteri tersebut.
(gus/nrl)










































