Jelang Nyepi, Ogoh-ogoh 'Gayus' Dilarang di Bali

Jelang Nyepi, Ogoh-ogoh 'Gayus' Dilarang di Bali

- detikNews
Selasa, 01 Mar 2011 12:22 WIB
Jelang Nyepi, Ogoh-ogoh Gayus Dilarang di Bali
Jakarta - Ogoh-ogoh mirip Gayus menjelang perayaan Nyepi memancing kontroversi. Ogoh-ogoh tersebut pun dilarang diarak keliling desa pada saat malam pengerupukan, sehari menjelang Nyepi pada 5 Maret 2011.

"Ogoh-ogoh Gayus dilarang karena tidak ada unsur buta (raksasa). Ogoh-ogoh itu tidak mendidik dan jauh dari konteks Nyepi," kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Ida Bagus Wiana pada jumpa pers di kantor Gubernur Bali, Jl Basuki Rahmat, Denpasar, Selasa (2/3/2011).

Wiana menjelaskan awal kemunculannya, ogoh-ogoh tidak ada kaitannya dengan Hari Raya Nyepi. Ogoh-ogoh yang berwujud raksasa adalah bentuk kretivitas masyarakat Bali. Namun, seriing waktu, dimasukkan aturan sehingga ogoh-ogoh menjadi bagian dari ritual Nyepi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ogoh-ogoh berwujud bhuta kala (sifat raksasa) diarak keliling desa pada saat malam pengerupukan, atau sehari menjelang Nyepi. Usai diarak keliling desa, ogoh-ogoh dimusnahkan atau dibakar.

"Ogoh-ogoh akhirnya menjadi bagian dari Nyepi. Memasukkan nilai agama pada ogoh-ogoh. Sifat angkara muka yang sering ganggu manusia, seperti nafsu, seks, loba, berjudi diubah menjadi sifat kedewataan. Makanya ogoh-ogoh dipralina (dibakar)," kata Wiana.

Menjelang Nyepi, seorang warga Komang Tanaya membuat ogoh-ogoh mirip sosok Gayus. Ogoh-ogoh ini berkaca mata dan memakai wig ala Gayus dengan kedua tanganya memegang puluhan lembar uang.

Terkait munculnya ogoh-ogoh berbentuk Gayus, Wiana menilai, ogoh-ogoh tersebut tidak mewujudkan sifat bhuta. "Ogoh-ogoh jangan mempersonifikasikan orang. Itu tidak mewujudkan bhuta," katanya.

Sementara itu, pembuat ogoh-ogoh Gayus, Tanaya mengatakan bahwa ogoh-ogoh hasil karyanya telah mewujudkan sifat bhuta kala, yaitu keserakahan. Ia pun akan tetap mengarak ogoh-ogoh itu keliling desa pada malam menjelang Nyepi.

Sebagai catatan, Gayus pernah heboh, karena bisa berjalan-jalan ke Bali meski ditahan di Rutan Brimob. Gayus yang saat itu ditemani istrinya sempat menonton pertandingan tenis internasional. Agar lolos dari pemantauan publik, Gayus pun menyamar dengan mengenakan wig dan kacamata.

(gds/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini