Pria Palestina itu tengah mengumpulkan batu-batu kerikil ketika tentara-tentara Israel melepaskan tembakan ke arahnya pada Senin, 28 Februari waktu setempat. Akibatnya, pria itu tewas seketika.
"Seorang pekerja Palestina yang sedang mengumpulkan kerikil menjadi martir setelah ditembak pasukan pendudukan Israel," ujar juru bicara badan medis Palestina di Gaza, Adham Abu Selmiya kepada kantor berita AFP, Selasa (1/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Israel selama ini telah mendeklarasikan adanya zona penyangga 300 meter di sepanjang perbatasan dengan Gaza. Israel telah mengingatkan bahwa siapa saja yang berada di dekat pagar pemisah tersebut akan ditembak oleh para prajurit yang berjaga di menara pengawas.
Namun warga Palestina biasanya mendatangi daerah tersebut untuk mengumpulkan bahan-bahan bangunan termasuk batu kerikil. Bahan-bahan bangunan sukar diperoleh sejak diberlakukannya blokade Israel atas Gaza mulai Juni 2007 silam.
Penembakan warga Palestina itu terjadi sehari setelah serangan udara yang dilancarkan pesawat-pesawat tempur Israel di wilayah Gaza. Serangan udara di Gaza City itu menewaskan seorang warga Palestina dan melukai dua orang lainnya.
Sebelumnya pada Sabtu, 26 Februari lalu, jet-jet tempur Israel juga membombardir dua lokasi di Jalur Gaza. Menurut sumber-sumber Palestina, setidaknya empat orang termasuk seorang anak, terluka akibat serangan Israel tersebut.
Pada Kamis, 24 Februari lalu, pesawat tak berawak Israel juga melancarkan serangan rudal ke wilayah selatan Jalur Gaza. Enam warga Palestina terluka akibat serangan itu.
(ita/nrl)











































