YLKI Ingatkan Contra Flow Busway Jangan Gubrak-gabruk

YLKI Ingatkan Contra Flow Busway Jangan Gubrak-gabruk

- detikNews
Selasa, 01 Mar 2011 11:03 WIB
YLKI Ingatkan Contra Flow Busway Jangan Gubrak-gabruk
Jakarta - Busway alias jalur khusus bagi bus TransJakarta diupayakan untuk selalu steril. Salah satu cara mensterilkan busway yang tengah dikaji adalah contra flow system alias melawan arus. Penerapan sistem ini memang tidak bisa dilakukan serampangan.

"Perlu pengkajian mendalam, jangan emosional, jangan gubrak-gabruk," ujar Tulus Abadi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (1/3/2011).

Disampaikannya, contra flow tidaklah lazim sehingga perlu pengkajian yang komprehensif agar tidak mengorbankan keselamatan penumpang dan awak bus. Jika pengkajian tidak detail, menurut Tulus, akan menambah panjang daftar korban kecelakaan di jalan raya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini potensi kecelakaannya lebih tinggi. Perlu pengkajian mendalam dan perlu juga mengubah infrastruktur," sambung dia.

Tulus menyampaikan, di Istanbul, Turki, contra flow juga diterapkan. Mungkin inilah yang menginspirasi Pemprov DKI untuk melakukan hal serupa demi menjaga sterilisasi busway.

"Ini harus hati-hati betul. Perlu ada penggantian infrastruktur. Posisi setir pengemudi bus perlu diganti, dan ini bisa mempengaruhi psikologi sopir, karena biasa menyetir di kanan lalu jadi di kiri," tuturnya.

Beberapa kalangan menyampaikan, untuk sterilisasi busway sebaiknya dilakukan dengan mempertinggi separator. Namun Tulus tidak sepakat dengan usulan ini. Sebab separator pun berisiko kecelakaan lalu lintas.

"Seharusnya malah tidak perlu separator seperti di Guangzhou. Lebih baik sanksi tegas saja. Yang melanggar masuk ke situ (busway) dicabut saja SIM-nya," sambung Tulus.

Perlu diperbanyak polisi di jalan? "Saya kira tidak perlu. Semakin banyaknya polisi di jalan itu menandakan kesemrawutan di suatu kota," ucap Tulus.

Untuk diketahui, sepanjang 2010 terjadi lebih dari 450 kecelakaan di jalur bus TransJ. Kecelakaan terbanyak, yakni sekitar 30 persen, terjadi lantaran kendaraan pribadi menerobos masuk ke busway. Karena itu berbagai upaya sterilisasi busway dipertimbangkan.

Konsep contra flow kini sedang dalam tahap kajian Dishub DKI dan Polda Metro Jaya. Pada 2008 lalu, contra flow pernah diuji coba di koridor VI, namun sempat terhenti.
Sistem contra flow juga pernah diterapkan di 3 titik, yakni koridor IV Jalan Matraman, Jalan Tambak, dan koridor III Jalan Biak.

(vit/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads