Pentagon menyatakan, pihaknya mengerahkan sebagian pasukan bersenjata AS ke wilayah dekat Libya itu guna berjaga-jaga jika memang diperlukan. Namun tidak disebutkan tindakan potensial apa yang tengah dipertimbangkan dengan penempatan pasukan tersebut.
Juru bicara Departemen Pertahanan AS, Kolonel Dave Lapan mengatakan, para perencana Pentagon tengah mempertimbangkan berbagai opsi dan rencana kontingensi seiring terus terjadinya pergolakan di Libya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menegaskan bahwa pemerintah AS terus mempertimbangkan semua opsi menyangkut krisis Libya.
"Kami akan terus mengeksplorasi semua opsi tindakan yang mungkin, seperti yang telah kami sampaikan, semua opsi terus dipertimbangkan selama pemerintah Libya terus mengancam dan membunuh warga Libya," ujar Hillary seperti dilansir AFP, Selasa (1/3/2011).
Hillary juga menegaskan bahwa inilah saatnya bagi pemimpin Libya Muammar Khadafi untuk mundur. "Rakyat Libya telah memperjelas bahwa inilah waktunya bagi Khadafi untuk pergi, sekarang, tanpa kekerasan atau penundaan lagi," tegas mantan ibu negara AS itu.
"Kita semua perlu bekerja sama menyangkut langkah-langkah lebih jauh untuk meminta tanggung jawab pemerintah Khadafi, memberikan bantuan kemanusiaan bagi mereka yang membutuhkan dan mendukung rakyat Libya seiring mereka menuju transisi menuju demokrasi," imbuh istri mantan Presiden AS Bill Clinton tersebut. (ita/nrl)











































