Soal Jacob Nuwa Wea, Golkar Masih Kumpulkan Bukti
Minggu, 23 Mei 2004 14:16 WIB
Jakarta - Calon presiden Golkar Wiranto pernah menuding demonstrasi anti-militer digagas di rumah dinas seorang pejabat. Pejabat yang dimaksud adalah Menakertrans Jacob Nuwa Wea. Bagaimana perkembangan kasus ini? Partai Golkar masih berupaya keras mengumpulkan bukti. Saat itu, memang Wiranto tidak menyebut nama jelas siapa pejabat negara yang dimaksud. Ketua DPP Partai Golkar Slamet Effendy Yusuf juga tidak menyebut nama pejabat itu, meski dirinya sempat mengancam akan melaporkan pejabat itu kepada penegak hukum, bila pihaknya dirugikan. Nah, dalam perkembangannya, pejabat tersebut diketahui Jacob Nuwa Wea. Bahkan, Jacob mengakui ada pertemuan dirinya dengan mahasiswa di rumahnya pada 6 Mei 2004. Tapi, Jacob membantah merancang demonstrasi menentang capres dari militer. Jacob hanya mengaku menyumbang dana kepada para mahasiswa itu. Besarnya berapa tidak jelas. Gosip yang beredar Jacob memberi uang Rp 30 juta kepada para perwakilan mahasiswa itu. Slamet Effendy Yusuf saat dihubungi detikcom, Minggu (23/5/2004) mengaku kasus yang sempat menjadi berita nasional yang melibatkan pejabat tersebut belumlah berakhir. Sampai sekarang, Partai Golkar masih terus mengumpulkan bukti. "Sampai sekarang, kita terus mengumpulkan bukti. Bila nanti terbukti bahwa apa yang dilakukan di rumah dinas pejabat tersebut merugikan Partai Golkar dan juga menggangu pencalonan capres yang kita ajukan, kita tentu akan melaporkan kasus ini," kata Slamet. Menurut Slamet, sampai saat ini, pejabat negara tersebut belum memberikan klarifikasi terhadap Partai Golkar atau Wiranto. "Selama ini, dia belum datang kepada kami. Kami sebenarnya juga tidak pernah meminta kepada dia untuk klarifikasi," ujarnya. Hanya saja, Slamet sudah mendapatkan informasi dari media massa bahwa Jacob sudah mengakui adanya pertemuan tersebut. Selain itu, sejumlah anak muda dan mahasiswa yang mengikuti pertemuan tersebut sudah menelepon dirinya untuk melakukan klarifikasi. "Selama ini, kita tidak pernah meminta klarifikasi. Tapi, sejumlah anak muda dan mahasiswa telah menelepon saya yang katanya ingin memberikan klarifikasi. Mereka mengaku ikut dalam pertemuan di sana," kata Slamet. Namun, klarifikasi dari para mahasiswa itu masih belum menyelesaikan persoalan. Karena itu, saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan bukti sampai-sampai pertemuan di rumah dinas menteri itu menjadi terang. "Saya sudah bilang kepada para anak muda itu, bahwa saya menghormati mereka. Tapi, saya meminta mereka agar tidak mudah diperalat orang. Mereka katanya mau ketemu saya, dan saya mempersilakan mereka," ujarnya.
(asy/)











































