Gus Dur Tidak Lolos, Mahasiswa Prodem Segel Kantor KPU DIY

Gus Dur Tidak Lolos, Mahasiswa Prodem Segel Kantor KPU DIY

- detikNews
Minggu, 23 Mei 2004 13:22 WIB
Yogyakarta - Gagalnya Gus Dur maju dalam pencalonan presiden memicu berbagai ketidakpuasan. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Pro-Demokrasi, Minggu (23/5/2004) menggelar aksi penyegelan kantor KPU DIY di Jl. Janti, Yogyakarta.Dalam aksi itu, mereka menuntut dicabutnya SKPU KPU No 26 Tahun 2004 tentang tata cara pemilihan presiden dan wakil presiden serta dibubarkannya KPU.Aksi diawali dengan berbagai orasi disertai menggelar poster dan spanduk. Antara lain, ada yang bertuliskan 'KPU Pengkhianat Demokrasi, Bubarkan KPU, Cabut SK KPU No 26/2004.' Saat digelar orasi, massa sempat membaka sebuah ban mobil.Dalam orasinya, Koordinator Prodem Akhmad Nurhasim menyatakan diganjal dan tidak diloloskannya Gus Dur sebagai calon presiden mendatang menunjukkan KPU telah terseret permainan elit politik. KPU saat ini tidak lagi menjadi representasi semua pihak, tetapi jadi komoditas politik suatu kelompok. Bahkan KPU telah melenceng dari amanat awal sebagai lembaga independen penyelenggara pemilu."KPU juga telah menciptakan hukum yang bertentangan prinsip HAM, yakni cacat fisik yang diderita seorang warga negara menjadi alasan untuk didiskreditkan. Sedangkan politisi yang cacat moral justru diloloskan," kata Nurhasim.Ketika hendak melakukan aksi penyegelan kantor KPU itu sempat diwarnai ketegangan dan adu argumentasi yang alot antara aparat kepolisian dengan massa. Aparat kepolisian tidak memperkenankan massa memasuki kantor KPU karena tuan rumah (anggota KPU) tidak ada di kantor karena haris libur. Sementara itu massa tetap ngotot ingin menyegel kantor tersebut.Akhirnya massa berhasil memasuki gedung KPU. Saat itu juga massa langsung melakukan penyegelan dengan memasang selotip hitam di pintu masuk bagian depan kantor KPU. Di depan pintu yang disegel dibentakan kain hitam panjang bertuliskan 'Disegel Rakyat Pro-Demokrasi, Bubarkan KPU', sebagai ungkapan tanda berkabung mereka.Beberapa tembok gedung juga menjadi sasaran yakni disemprot cat dengan tulisan 'Kantor Ini Disegel oleh Rakyat.'Seusai melakukan penyegelan, mereka juga melakukan aksi tabur bunga di depan kantor KPU sebagai tanda matinya demokrasi disertai pengibaran bendera merah putih setengah tiang. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini