Bendera Setengah Tiang di Solo, 9 Ulama NU Golput
Minggu, 23 Mei 2004 01:40 WIB
Solo - Dukungan untuk Gus Dur datang dari para ulama Nahdlatul Ulama (NU) di Solo. Mereka menyatakan tidak akan menggunakan hak suara atau menjadi golput dalam pemilihan presiden (pilpres) mendatang. Sementara itu, Ponpes Al-Muayyad, Solo, yang dikunjungi Gus Dur mengibarkan bendera merah putih setengah tiang.Gus Dur datang bersama rombongan ke Ponpes Al-Muayyad sekitar pukul 21.30 WIB, Sabtu (22/5/2004) malam, setelah mengikuti acara peresmian stupa di Vihara Dhamma Sundhara, Solo. Setiba di pesantren tua itu, ia disambut lantunan shalawat oleh ratusan santri dan warga NU di Solo. Tampak bendera merah putih yang dipasang di tiang bendera di halaman pesantren berkibar setengah tiang.Sebelum Gus Dur didaulat memberikan sambutan, terlebih dahulu dibacakan pernyataan sikap para ulama NU Solo yang berisi empat sikap yakni menolak keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang penetapan capres dan cawapres, mendukung langkah hukum yang diambil Gus Dur dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), akan menjadi golput dalam pilpres dan menyerukan warga NU yang menjadi Panitia Pemungutan Suara (PPS) agar mengundurkan diri.Pernyataan sikap tersebut ditandatangani sembilan ulama NU di Solo yang menamakan diri Barisan Ulama Surakarta. Barisan ini diketuai oleh KH Abdul Rozak Shofawi, pengasuh Ponpes Al-Muayyad, Solo.Dalam sambutannya, Gus Dur mengatakan menjadi golput adalah pilihan paling daripada melakukan kekerasan dalam menyalurkan kekecewaan atas terjadinya kekurangan. "Anak-anak yang melakukan mogok makan saya larang karena itu sudah mengarah pada kekerasan. Islam tidak memperkenankan tindak kekerasan," ujar Gus Dur."Saya akan golput sebagaimana sikap para ulama yang dibacakan tadi. Tapi saya tidak menganjurkan siapapun, terserah kalau kemudian banyak orang secara kesadaran pribadi menjadi golput. Saya kira orang yang bersikap demikian cukup banyak dan akan semakin bertambah banyak. Malas mereka mendatangi TPS, ya buat apa," kata Gus Dur disambut tepuk tangan riuh.Usai acara di Ponpes Al Muayyad, Gus Dur langsung menuju penginapan di Hotel Novotel, Solo. Selanjutnya Minggu pagi akan langsung bertolak ke Jakarta untuk memimpin rapat di kantor DPP PKB. Rapat itu akan membahas langkah hukum yang akan ditempuh oleh Gus Dur dan PKB menyikapi hasil penetapan KPU tentang capres dan cawapres.
(ani/)











































