Para demonstran hari ini kembali turun ke jalan-jalan dan memblokir jalan-jalan di Kota Sohar. Kota Sohar merupakan kota industri terbesar di Oman yang jaraknya sekitar 200 kilometer barat laut Muscat, ibukota Oman.
Sebelumnya dalam aksi demo di Sohar pada Minggu, 27 Februari kemarin, pasukan keamanan Oman menembaki para demonstran antipemerintah. Akibatnya enam orang tewas dan beberapa orang lainnya terluka. Ratusan orang ikut berdemo saat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pejabat keamanan Oman mengatakan, konfrontasi itu terjadi sebagai respons atas upaya para demonstran untuk menyerbu kantor polisi.
Dalam aksinya, para demonstran menuntut perbaikan kondisi hidup dan reformasi politik. Demo hari ini merupakan demonstrasi hari ketiga di Sohar. Kota terbesar kedua di Oman, Salalah, juga dilanda aksi demo.
Para demonstran memprotes korupsi yang merajalela dan buruknya kondisi perekonomian di kesultanan itu.
Pada Minggu, 27 Februari kemarin, penguasa Oman Sultan Qaboos bin Said mengganti enam menteri di kabinetnya. Sultan juga berjanji akan menciptakan sekitar 50 ribu pekerjaan dan membagikan tunjangan pengangguran sebesar US$ 390 per bulan untuk para pencari kerja. Sultan juga meningkatkan beasiswa untuk para mahasiswa yang tampaknya dilakukan untuk mencegah meluasnya aksi demo di kesultanan kecil Teluk Persia itu.
Sultan Qaboos telah memimpin Oman selama empat dekade. Dia selama ini menerapkan kekuasaan absolut. Partai-partai politik dilarang di Oman.
Oman merupakan eksportir minyak non-OPEC dan memiliki hubungan militer dan politik yang kuat dengan pemerintah Amerika Serikat.
(ita/nrl)











































