Muslimah Jadi TKW untuk Cari Makan, Bukan Cari Suami

Muslimah Jadi TKW untuk Cari Makan, Bukan Cari Suami

- detikNews
Senin, 28 Feb 2011 14:09 WIB
Muslimah Jadi TKW untuk Cari Makan, Bukan Cari Suami
Jakarta - LSM Migrant Care menggelar jumpa pers untuk mengkritik statemen Ketua DPR Marzuki Alie yang dinilai merendahkan TKW PRT. Di dalam kegiatan itu, hadir juga 3 pekerja migran dan TKW PRT bernama Muslimah.

Kepada wartawan, Muslimah menceritakan perjuangannya mencari rezeki ke Malaysia. "Saya ke luar negeri cari kerja, bukan mau cari suami. Saya cari kerja untuk makan anak dan suami di kampung," kata Muslimah di kantor Migrant Care, Jalan Pulo Asem Utara I nomor 16, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (28/2/2011).

Perempuan asal Cirebon ini bercerita pernah jatuh dari lantai 2 rumah majikannya dan kakinya dipasangi pen. "Mau cabut pen saja susah, pemerintah malah merendahkan martabat kita," protes dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, mendesak Ketua DPR Marzuki Alie meminta maaf atas pernyataannya yang dinilai telah menghina pembantu rumah tangga (PRT). Marzuki segera diadukan Badan Kehormatan (BK) DPR.

"Kami akan mendatangi BK DPR untuk mengadukan sekaligus melayangkan surat protes atas statement Marzuki Alie kemarin. Kami akan mendatangi DPP Demokrat untuk mendesak pencopotan Marzuki Alie," katanya.

"Marzuki harusnya mengkritik pemerintah Indonesia, bukan menghina dan merendahkan martabat PRT," imbuhnya.

Migrant Care juga akan melaporkan Marzuki ke BK DPR. "BK DPR juga harus segera memanggil dan memberi sanksi kepada Marzuki Alie yang tidak berpihak kepada rakyat," ujar Anis.

Selanjutnya, Migrant Care akan meminta DPP Partai Demokrat mengganti Marzuki Alie sebagai Ketua DPR karena dinilai tidak layak menduduki jabatannya saat ini.

"Cukup 1,5 tahun saja Marzuki Alie menjabat. Kalau sampai 5 tahun akan makin banyak mereka yang tersakiti," kata Anis.

Selain itu, menurut dia, Migrant Care juga akan menyomasi Marzuki Alie. "Sesegera mungkin," kata dia.

Marzuki Alie sebelumnya telah memberi penjelasan terkait pernyataannya mengenai penyetopan pengiriman PRT. Marzuki menegaskan apa yang dia sampaikan mengenai PRT itu hasil diskusi dengan sejumlah orang di luar negeri. (aan/nrl)


Berita Terkait