"PBB tidak diperbolehkan mencampuri urusan dalam negeri negara-negara lain, kecuali sebuah negara menyerang negara lain," ujar Khadafi seperti dilansir Reuters, Senin (28/2/2011).
Hal itu disampaikan Khadafi dalam wawancara telepon dengan Pink, stasiun televisi Serbia yang berbasis di Beograd.
Khadafi menuding PBB membuat keputusan berdasarkan hasil pemberitaan media. Dikatakannya, komisi PBB harus menyelidiki situasi di Libya.
"Rakyat Libya mendukung saya. Kelompok-kelompok kecil pemberontak sedang terkepung dan akan dikalahkan," cetus pemimpin eksentrik itu.
"Militer dan polisi baku tembak dengan orang-orang itu, hanya beberapa orang yang tewas," cetus Khadafi. Dia juga mengklaim bahwa situasi di Libya damai. "Saat ini tak ada insiden-insiden, Libya benar-benar damai," kata Khadafi.
Khadafi juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dan meninggalkan negaranya. "Saya di sini, saya tidak pergi," cetusnya.
DK PBB pada Sabtu, 26 Februari waktu setempat menjatuhkan sanksi-sanksi berupa embargo perdagangan senjata, pembekuan aset kekayaan Khadafi dan larangan bepergian bagi Khadafi dan sejumlah rekannya.
Sanksi itu dijatuhkan menyusul kecaman dunia atas kekerasan yang diperintahkan rezim Khadafi terhadap para demonstran Libya. Ribuan orang disebut-sebut telah tewas selama aksi demo besar-besaran tersebut.
(ita/nrl)











































