Gus Dur Tetap Ancam Golput Jika Tak Lolos Persyaratan Capres
Sabtu, 22 Mei 2004 15:12 WIB
Semarang -
Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurahman Wahid kembali mengatakan banyak pendukungnya akan golput jika dirinya tak lolos sebagai capres. Golput dinilai lebih bijak dari pada melakukan kekerasan."Golput merupakan kekerasan paling halus di alam demokrasi. Kekuasaan akan kehilangan legitimisi, kredibilitas, dan legalitasnya jika banyak warga negaranya yang golput," kata Gus Dur kepada wartawan seusai berorasi di depan warga nahdliyin di Kantor KPUD Jateng, Jl. Veteran Semarang, Sabtu (22/05/2004).Gus Dur yang datang secara khusus untuk menemui para pendukungnya yang mogok makan sejak lima hari lalu juga mengatakan golput sama artinya dengan silent majority. "Kata asisten saya, sebanyak 70 persen pemilih akan golput. Jumlah yang tidak sedikit. Saat ini mereka sudah mulai bergerak merapatkan barisan," lanjut Gus Dur.Ia mengakui kalau dirinya telah diperdaya dengan sesuatu yang mengatasnamakan sebagai peraturan. Menurut Gus Dur SK KPU No 26 tersebut adalah gombal. SK tersebut, sambung Gus Dur adalah proyek politik dengan menggunakan bahasa hukum.Lebih lanjut Gus Dur mengatakan, ada 2 pejabat negara yang terlibat dalam 'proyek' tersebut. Keduanya adalah orang yang baru saja tiba dari luar negeri. Tapi seperti biasa, Gus Dur enggan menyebut nama keduanya. "Kalau saya katakan, kalau mereka disunat orang gimana," katanya."Saya berharap semua pendukung saya bersabar. Saya juga sabar kok. Perjuangan demokrasi membutuhkan waktu yang panjang," demikian Gus Dur.
(djo/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































