Tifatul: PKS Tidak Risih dengan Demokrat

Tifatul: PKS Tidak Risih dengan Demokrat

- detikNews
Senin, 28 Feb 2011 12:21 WIB
Tifatul: PKS Tidak Risih dengan Demokrat
Jakarta - Hubungan PKS dan Demokrat terlihat memanas pasca rapat paripurna angket mafia pajak di DPR 22 Februari. Beberapa kader Demokrat mempersilakan PKS jika ingin keluar dari koalisi. Namun manuver-manuver yang dilakukan Demokrat tidak membuat PKS risih.

"Nggak (risih), karena isu reshuffle saya kira sudah lebih dari 100 kali," ujar Menkominfo Tifatul Sembiring usai menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kantor Kemenkominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (28/2/2011).

Politikus PKS ini mengatakan, yang menentukan reshuffle bukan partai namun merupakan hak prerogatif presiden. Meskipun ada keinginan reshuffle dari partai penguasa, Tifatul mempersilakan keinginan itu disampaikan ke presiden. Selanjutnya tinggal dilihat bagaimana sikap presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siap direshuffle? "Kita siap kok, kita ditugaskan siap. Mati saja siap. Namanya umur, kita nggak tahu. Jadi masa iya masalah-masalah begini (nggak siap). Bagi saya ini suatu amanah saja, bahkan waktu ditunjuk saya mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un," kata mantan Presiden PKS ini.

Menurutnya, Presiden akan memperhitungkan langkah reshuffle. Dia pun menilai langkah yang terbaik bagi bangsa ini. Presiden memiliki target, perencanaan, dan visi yang harus diwujudkan.

"Pertumbuhan ekonomi 7 persen di 2014, angka kemiskinan diturunkan di bawah 10 persen, angka pengangguran kita kalau bisa 8 persen. Target-target itu tidak bisa terganggu. Nah kalau beliau mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kualitas, silakan. Itu dijamin UUD. Beliau berarti sudah mempertimbangkan secara matang," tutur Tifatul.

Demokrat tidak suka PKS? "Makanya dikomunikasikan," ujar Tif.

Di tubuh PKS sendiri sejauh ini belum ada pembicaraan terkait isu reshuffle. Menurut Tifatul hal itu terjadi karena isu ini baru saja muncul lagi. Apa pun yang terjadi, Tifatul mengingatkan agar komunikasi terus dilakukan. Terlebih Presiden telah memberi arahan bahwa komunikasi harus intensif dan antisipatif.

"Presiden telah menjelaskan di hadapan Setgab koalisi. Keputusan politik itu seperti orang terjun payung. Kalau sudah terjun nggak bisa balik lagi ke pesawat. Jadi antisipatiflah, perbaiki mutu komunikasi, kalau tidak diperbaiki begini lagi," tutur Tifatul.
(vit/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads