Rapat Pleno KPU Palu Diwarnai Kericuhan
Sabtu, 22 Mei 2004 13:21 WIB
Palu - Rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu yang mengagendakan penetapan hasil pemilu 2004 dan calon legislatif (caleg) terpilih untuk DPRD Kota Palu diwarnai kericuhan. Anggota KPU Kota Palu Amran Bakir Nai dipukul seorang simpatisan partai politik.Kericuhan tersebut bermula ketika KPU Kota Palu tetap ingin mengesahkan berita acara rapat pleno, Sabtu (22/5/2004)pukul 11.00 Wita. Sebelumnya saksi dari PDI Perjuangan Mulyadi Dg. Marau meminta KPU untuk melakukan klarifikasi suara Partai Golkar di daerah pemilihan (DP) 3 Palu yang disinyalir lebih 218 suara."Kami meminta rapat pleno menjelaskan dulu dari mana Partai Golkar mendapat suara sebesar 218 itu. Kalau itu sudah diklarifikasi, baru rapat ini diteruskan," ujar Mulyadi lantang.Namun permintaan tersebut tidak digubris oleh anggota KPU dengan tetap melakukan penandatanganan berita acara. Kemudian caleg PDIP dari DP3 Palu Mastam Halim mencoba merampas berita acara. Aksi saling dorong mendorong pun terjadi. Aparat kepolisian kemudian mencoba menahan Mastam. Tiba-tiba Amran turun dari meja pimpinan dan mendekati kerumunan simpatisan PDIP. Kericuhan pun terjadi ketika wajah Amran dipukul oleh seseorang kader PDIP. Suasana makin panas ketika puluhan simpatisan partai berlambang banteng itu berteriak-teriak. "KPU Palu pembohong, Alwi Pembohong, Amran pembohong, KPU Palu kacau" teriak puluhan kader tersebut.Baku hantam pun nyaris terjadi antara simpatisan PDIP dengan anggota Pemuda Pancasila yang mengamankan rapat pleno tersebut. Untunglah polisi langsung memisahkan kedua kelompok massa tersebut.Situasi dalam ruang rapat di Restoran Marranu, Palu, sempat tenang sejenak. Kericuhan kembali timbul ketika simpatisan Partai Golkar meneriaki Amran sebagai seorang penipu. Akhirnya aparat kepolisian mengevakuasi semua anggota KPU ke luar ruangan dengan pengawalan yang ketat.Hingga kini belum diketahui dimana rapat pleno akan dilanjutkan kembali. Sementara di kantor KPU Kota Palu, Jl Balai Kota Selatan, Palu, hanya tampak beberapa staf sekretariatnya saja.
(ton/)











































