"Pak Nanan di Jakarta dijuluki panglima perang karena berani tampil, tegas, dan tidak gampang terpengaruh dunia luar. Ketegasannya mampu menghadapi isu-isu yang marak seperti radikalisme ormas anarkis semacam itu," kata penasihat Kapolri, Kastorius Sinaga saat dihubungi detikcom, Senin (28/2/2011).
Menurut Kastorius, selain dikenal karena keberaniannya, Nanan juga sangat kuat di internal Polri. Apalagi tugas Wakapolri yang berbeda dengan Kapolri. Kapolri lebih bekerja di luar, sedangkan Wakapolri lebih membenahi sistem internal Polri. Hal ini pun dinilai sangat cocok dan tepat untuk Nanan yang memang punya banyak dukungan di internal Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kastorius mengatakan, dilihat dari segi angkatannya, Nanan yang angkatan 1978 ini juga pantas menjabat sebagai Wakapolri. Nanan seangkatan dengan Kapolri sehingga dalam masa bekerjanya ke depan tidak akan timpang.
"Dari segi angkatan sama dengan Pak Timur. Masa produktifnya sama sehingga kerjasamanya nanti tidak timpang dan sesuai kebutuhan internal Polri," ungkapnya.
(gus/fay)











































