"Saya berharap kedua pimpinan Polri kompak untuk memperkuat institusi karena Kepolisian ada di titik nadir, di mana sekarang berhadapan dengan masyarakat," kata penasihat Indonesia Police Watch (IPW), Johnson Pandjaitan kepada detikcom, Senin (28/2/2011).
Menurut dia, Timur dan Nanan harus mengusut rekening gendut. "Bukan hanya di polisi tetapi juga sipil. Banyak polisi yang menjadi kurir urus perkara. Jadi harus dibersihkan supaya kita punya polisi yang kuat," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini kan image Polri menjadi sarang mafia, terutama ruangan Wakapolri. Kepolisian harus kuat karena polisi mau kita andalkan untuk pembuktian terbalik, bagaimana kalau nanti ternyata jenderalnya punya rekening gendut. Jadi semua harus dibersihkan," ujarnya.
Ia juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Nanan. "Pak Nanan adalah orang yang punya kapasitas dan pengalaman serta lulus ujian Kompolnas. Saya ucapkan selamat," kata Johnson.
Nanan menggantikan Komjen Pol Yusuf Manggabarani yang akan memasuki masa pensiun. Nanan sebelumnya menjabat sebagai Irwasum Polri.
"Hal itu sesuai telegram rahasia (TR) Kapolri nomor STR/159/II/2011, tanggal 28 Februari 2011," kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Ketut Yoga Ana dalam siaran pers, hari ini.
(aan/nrl)











































