Belanda Kirim 6 Apache ke Irak

Keamanan Pasukan Terancam

Belanda Kirim 6 Apache ke Irak

- detikNews
Sabtu, 22 Mei 2004 11:21 WIB
Den Haag - Belanda mengirim 6 helikopter tempur Apache ke Irak, akibat ancaman terhadap pasukannya meningkat. Selain itu calon Ketua Uni Eropa itu juga menambah jumlah prajuritnya sebanyak 100 personel.Keputusan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Henricus Gregorius Jozeph (Henk) Kamp di depan parlemen, Jumat (21/5/2004). Keenam Apache itu akan memperkuat Detasemen Chinook, yang telah lebih dulu ditempatkan di pangkalan udara Tallil.Fraksi-fraksi pemerintah, yakni CDA, VVD, D66 mendukung keputusan tersebut. Fraksi oposisi terbesar, yakni fraksi PvdA (Partai Buruh) juga ikut mendukung, namun disertai pernyataan bahwa situasi di selatan Irak dimana pasukan Belanda ditempatkan, tidak semulus seperti selalu dikatakan kabinet. Sedangkan Groen-Links (Kiri-Hijau) menolak dan meminta agar pasukan Belanda segera ditarik dari Irak.Dalam argumennya, Menhan Kamp mengatakan bahwa pengiriman tersebut semata-mata atas pertimbangan keamanan, sesuai permintaan komandan batalion di Irak. Pasalnya, pasukan Belanda di Irak akhir-akhir ini sering dihujani serangan granatmortir dan granat berpeluncur roket tipe RPG atau Rocket Propelled Grenade, yang bisa dipanggul.Situasi itu menurut Kamp menuntut adanya instrumen ekstra yang dapat membantu batalion, terutama untuk pengawasan dalam kegelapan malam. Helikopter-helikopter Apache bisa menjawab risiko itu. Helikopter tipe ini dilengkapi sistem sensor canggih, sehingga dapat melakukan pengamatan dari udara, baik pada siang maupun malam. Selanjutnya data yang diterima langsung diteruskan ke pos komando atau bisa langsung beraksi sendiri.Keenam Apache tersebut menurut rencana hanya akan ditempatkan selambat-lambatnya sampai mandat pasukan Belanda di Irak habis, yaitu pada 15 Juli mendatang. Namun, helikopter-helikopter tempur tersebut bisa lebih lama di Irak, jika ternyata kabinet Belanda memutuskan memperpanjang penempatan pasukannya di sana.Belanda sejauh ini menempatkan pasukan berkekuatan 1.260 personel di propinsi Al-Muthanna, wilayah Irak selatan. Ketika satu prajuritnya tewas, diskusi merebak mengenai manfaat kehadiran tentara Belanda di Irak. Jika korban bertambah lagi, hampir pasti kabinet akan sulit mempertahankan kebijakannya di negeri yang kini berdarah-darah itu. (es/)



Berita Terkait