Kalla Minta Restu Sultan Cirebon
Sabtu, 22 Mei 2004 10:41 WIB
Jakarta - Cawapres Partai Demokrat (PD) Jusuf Kalla kian rajin sowan ke berbagai daerah. Kali ini, Kalla mendatangi Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat.Kalla tiba di kota Cirebon, Sabtu (22/5/2004) sekitar pukul 9.25 WIB. Kalla datang dengan menggunakan pesawat kecil berpenumpang 18 orang."Kedatangan saya untuk meminta dukungan dan restu dari Kasepuhan Cirebon sebagai cawapres," kata Kalla saat bertemu dengan Sultan Sepuh XIII Kasepuhan Cirebon, dr. H. Mulana Pakuningrat SH di Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat.Sultan Cirebon sendiri menyambut baik kunjungan Kalla. Menurutnya, siapa pun yang terpilih sebagai capres dan cawapres harus bisa membawa Indonesia menuju kedamaian dan peningkatan ekonomi rakyat."Saya mengharapkan siapa saja yang terpilih sebagai capres atau cawapres, adalah pemimpin yang baik yang di bawah bimbingan Allah. Selain adil, juga tidak melupakan sejarah dan budaya bangsa," kata Sultan.Selesai melakukan pertemuan dengan Sultan Cirebon, Kalla kemudian mengikut pendeklarasian Tim Kampanye Gabungan Capres dan cawapres SBY-Kalla di Gedung Pagelaran Kesenian Kraton Kasepuhan Cirebon.Di lokasi peresmian tim kampanye itu, sudah ada seratusan orang pendukung SBY-Kalla, mengenakan pakaian batik. Beberapa di antaranya ada juga yang memakai baju resmi Kasepuhan Cirebon.Bertemu Kapolri dan Gubernur DKISebelum bertolak ke Cirebon, secara tidak sengaja Kalla bertemu dengan Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar dan Gubernur DKI Sutiyoso di Bandara Halim Perdanakusumah. Ketiga sempat berbincang akrab.Da'i dan Sutiyoso sebenarnya sudah lebih dahulu tiba di bandara tersebut, tepatnya di ruang VIP. Saat mendengar ada Kalla, Dai kemudian menemui mantan Menko Kesra itu. Tidak lama kemudian, menyusul Sutiyoso.Kalla sempat menanyakan berbagai hal, khususnya mengenai perkembangan keamanan di berbagai daerah. Termasuk permasalahan di Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Secara santai, Da'i pun menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Kalla. Da'i juga mengaku akan pergi ke Pakalongan untuk urusan Dinas.
(djo/)











































