Seperti dilansir dari AFP, Senin (28/2/2011), pembunuhan itu terjadi selama operasi yang dilakukan NATO belum lama ini di sebuah pangkalan militer di wilayah terpencil timur laut, Afghanistan. Korban tewas selama operasi beberapa hari di Provinsi Kunar tersebut sebanyak 21 anak laki-laki, 19 anak perempuan, 10 wanita, dan 15 pria dewasa.
Presiden Afghanistan, Hamid Karzai telah memerintahkan para kepala keamanannya untuk membahas masalah itu dengan pasukan internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Dorrian mempermasalahkan jumlah kematian itu, dengan mengklaim, NATO hanya menemukan lima hingga tujuh warga sipil yang mungkin cedera dalam operasi yang dipimpinnya. Hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan, tambahnya.
Karzai sendiri telah membentuk tim penyelidik pekan lalu, setelah ia menuduh pasukan internasional membunuh warga sipil dalam sebuah serangan yang ditujukan kepada para gerilyawan. Karzai mengatakan, masalah kematian sipil telah mengikis dukungan rakyat bagi pemerintahnya yang didukung Barat. (her/mei)











































