LSI pada Minggu (27/2/2011) melakukan penghitungan cepat atas pemilukada Tangsel yang digelar hari ini. LSI menggunakan 410 TPS dari total 1.890 TPS yang ada sebagai sampel. Metode survei yang digunakan adalah kombinasi stratified cluster random sampling dengan margin error 1%.
Hal itu disampaikan peneliti LSI, Deni Irvani, dalam jumpa pers di kantor LSI, Jl Lembang Terusan No D-57, Menteng, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih ada 1% itu teknis di lapangan. Ada 4 TPS yang belum masuk datanya. Tapi secara kuantitatif tidak mepengaruhi jauh hasil quick count," terang Deni.
Menurut LSI, pasangan Airin-Benyamin unggul di seluruh kecamatan di Tangerang Selatan yang ada 7 kecamatan yaitu Pondok Aren, Pamulang, Serpong, Serpong Utara, Setu, Ciputat, dan dan Ciputat Timur. Tingkat partisipasi masyarakat pada pemilukada kali ini diprediksi 65,8%.
"Ini meningkat dibanding yang pertama sekitar 57%. Mungkin ini pengaruh dari masing-masing pasangan untuk memobilisasi pemilih untuk datang ke TPS," sambung Deni.
Disampaikan Deni, karakteristik pemilih pasangan Airin adalah kalangan menengah ke bawah. Sedangkan karakteristik pemilih Arsid-Andre adalah menengah ke atas.
"Mungkin ada kontribusi hujan (dalam kemenangan Airin-Benyamin). Kemungkinan hujan itu mempengaruhi partisipasi masing-masing calon. Saya hubungkan ini dengan karakteristik pendukung," jelas Deni.
Dijelaskannya, kalangan menengah ke atas cenderung malas keluar rumah, termasuk pergi ke TPS, saat hujan turun. Dengan demikian, pendukung Arsid-Andre ditengarai banyak yang tidak datang ke TPS. Sedangkan kalangan menengah ke bawah cenderung lebih militan. Hal ini tentunya menguntungkan Airin-Benyamin.
"Saya hubungkan ini (hujan) dengan karakteristik pendukung," kata Deni. Untuk diketahui, seharian ini selama pemilukada digelar, Tangsel memang diguyur hujan.
(vit/nrl)










































