Gelar Saif yang belakangan ini muncul di TV pemerintah Libya dan mengingatkan "bisa terjadi perang saudara di Libya", berada di ujung tanduk karena tesisnya dituding dibuatkan orang lain alias karya ghost writer.
Sementara itu, LSE juga sedang menginvestigasi tuduhan plagiarisme. LSE menyatakan, "gelar doktor Saif bisa dicabut bila ada keprihatinan substansial tentang cara dia mencapai (mendapat gelar-red), misalnya bila kemudian ditemukan plagiarisme." Demikian dilansir Independent.co.uk, Minggu (27/2/2011).
Universitas itu sedang mencari "informasi spesifik" tentang "tuduhan langsung" terhadap plagiarisme dengan mengeceknya sendiri.
Setelah mendapatkan gelar PhD pada 2008, Saif memberikan sumbangan kontroversial senilai 1,5 juta Pounds pada LES dari organisasi amalnya, Gaddafi International Charity and Development Foundation (GICDF), pada 2009.
Terungkap juga, Profesor David Held, wakil direktur Pusat Studi Pemerintahan Dunia yang mendapat manfaat dari sumbangan, dan mentor informal untuk putra Khadafi, ditunjuk sebagai wali GICDF pada bulan Juni 2009 - sebelum LSE resmi menerima sumbangan 1,5 juta Pounds pada bulan Juli 2009.
Pekan lalu, LES memutus hubungannya dengan GICDF, menolak sumbangan lainnya selain 300 ribu Pounds yang telah diterima.
Profesor Held mengatakan, ia menjadi wali setelah keputusan awal dibuat, pada Juni 2009, untuk menerima sumbangan itu. Dia mengatakan bahwa sebuah pertemuan Dewan LSE beberapa bulan kemudian (Oktober 2009) mengangkat isu "yang berada di Dewan mungkin terlibat konflik kepentingan dengan hibah itu" dan ia diminta untuk mundur.
Profesor Held menyangkal ada hal yang tidak pantas. Meskipun ia bukan supervisor doktoral Saif al-Islam, ia bertemu dengan Saif sebagai "penasihat informal". Held ingat bahwa Saif "bukan seorang murid yang hebat" tapi membaik.
Profesor Held menambahkan: "Setelah ia menyerahkan tesis, ada rumor bahwa dia tidak mungkin menjadi penulis tunggal ... saya menulis langsung kepada supervisornya, tetapi tidak ada bukti substansial."
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Serikat Mahasiswa LSE kemarin mengatakan: "Mahasiswa LSE marah dan kesal bahwa pejabat universitas menggunakan jabatannya di LSE untuk meningkatkan jumlah uang yang besar. Ada pertanyaan serius tentang gelar PhD Saif al-Islam, dan kami menyerukan investigasi eksternal terhadap masalah tersebut. "
DK PBB baru saja merilis daftar keluarga Muammar Khadafi yang kena sanksi akibat kekerasan di negeri kaya minyak berpenduduk 6 juta jiwa itu. Saif al-Islam masuk daftar sebagai orang yang dibekukan hartanya dan dilarang bepergian.
(nrl/nvt)











































