Pendukung SBY Pelopori Pasang Spanduk di Semarang
Jumat, 21 Mei 2004 17:26 WIB
Semarang - Di antara bentangan spanduk bertemakan promosi kegiatan atau produk, di Kawasan Simpang Lima Semarang sempat terpampang spanduk berbau politik. Tercatat 3 buah spanduk yang memfokus pada momentum pilpres. Tiga spanduk itu dipasang oleh SBY Relawan.Spanduk tersebut dipasang di sudut barat, timur dan selatan. Spanduk yang terpasang di sudut barat bertuliskan "Pilih Presiden, Pake Cinta Jangan Emosi. Kemudian di bawah tulisan itu tertulis lagi "Se-Indonesia adalah Sekeluarga". Dan, di pojok kirinya tertulis SBY Relawan.Di sudut timur kawasan Simpang Lima terpampang spanduk dengan tulisan "Beda Presiden Boleh" dan di bawahnya tertulis "Musuhan, Tawuran, Saling Ejek, Saling Cela Jangan". Untuk pojok kirinya juga bertuliskan SBY Relawan dengan simbol warna biru dan putih. Tulisan tersebut sudut selatan sama dengan yang ada di sudut selatan.Tak jelas mulai kapan spanduk itu ada. Tiba-tiba saja, spanduk tersebut sudah nangkring di antara celah tiang listrik dan pohon. Salah seorang pedagang di Kawasan Simpang Lima Suranto mengatakan spanduk itu mungkin dipasang malam hari. "Jadi tak banyak yang tahu siapa pemasangnya," tuturnya kepada detikcom, Jum'at (21/5/2004).Menurut Koordinator SBY Fans Club Jateng Emo Budi Harto, spanduk tersebut dipasang oleh relawan SBY. "Itu sudah beda lagi dengan kelompok saya. Kelihatannya, yang memasang adalah salah satu relawan SBY bernama Sukoco," katanya di Rumah Makan Oen Semarang, Jl. Pemuda.Menurut pantauan detikcom, selain 3 spanduk SBY Relawan tersebut, tak terlihat satu pun spanduk lain mengarah ke isu pilpres. Sehingga spanduk yang berkain dasar warna putih itu kelihatannya mencolok karena mengarah ke promosi capres menjelang kampanye pilpres 1 Juni nanti.Tak terdengar suara atau tanda-tanda yang menyebutkan spanduk tersebut akan diturunkan, baik oleh Pemkot maupun pemasangnya. Mungkin karena sedikit orang yang peduli keberadaan spanduk tersebut. Kebetulan kawasan Simpang Lima hanyalah tempat lalu lalang lalu lintas. Jadi tak banyak yang memperhatikannya secara cermat.
(nrl/)











































