Bensin Masih Langka, Kendaraan Menumpuk di SPBU Kalbar

Bensin Masih Langka, Kendaraan Menumpuk di SPBU Kalbar

- detikNews
Minggu, 27 Feb 2011 12:55 WIB
Jakarta - Kelangkaan BBM terjadi di Sintang dan Bijai Hulu, Kalimantan Barat. Warga  terpaksa antre berjam-jam untuk mendapatkan pasokan bensin. Keadaan ini diperparah dengan sikap petugas SPBU yang lebih mengutamakan pelanggan yang membeli menggunakan jerigen dan drum.

"Petugas SPBU lebih mengutamakan orang yang beli dengan drum atau jerigen. Soalnya mereka berani membeli bensin dengan harga lebih tinggi," kata Mulyadi warga Binjai melalui info anda detikcom, Minggu (27/2/2011).

Mulyadi menyatakan, Para pelanggan yang membeli dengan jerigen berani membayar Rp 6.500 untuk seliter bensin di Sintang. Akibatnya para petugas SPBU lebih memilih melayani mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sini tidak ada larangan untuk mengisi bensin menggunakan jerigen. Hal ini membuat antrean bertambah panjang," katanya.

Antrean ini membuat penjual bensin eceran menjamur. Namun harga bensin di penjual bensin eceran ini mencapai Rp 10 ribu per liter. "Tinggi sekali harganya," keluhnya.

Sulitnya bensin di Sintang membuat warga daerah ini terkadang membeli bensin di Binjai Hulu yang berjarak 18 kilometer dari Sintang. Antrean pengisi bensin di daerah Binjai tidak terlalu ramai, namun petugas SPBU tetap memprioritaskan pembeli dengan jerigen.

"Disini juga sama, petugasnya tetap memprioritaskan pengisi bensin dengan jerigen," katanya.

Mulyadi menjelaskan, petugas SPBU di Binjai Hulu menerapkan pembatasan pengisian bensin terhadap para pengendara. Untuk pengisian pertama harga bensin normal Rp 4.500 sedangkan untuk pengisian kedua harganya naik jadi Rp 6.000.

(nal/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini