"Petugas SPBU lebih mengutamakan orang yang beli dengan drum atau jerigen. Soalnya mereka berani membeli bensin dengan harga lebih tinggi," kata Mulyadi warga Binjai melalui info anda detikcom, Minggu (27/2/2011).
Mulyadi menyatakan, Para pelanggan yang membeli dengan jerigen berani membayar Rp 6.500 untuk seliter bensin di Sintang. Akibatnya para petugas SPBU lebih memilih melayani mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antrean ini membuat penjual bensin eceran menjamur. Namun harga bensin di penjual bensin eceran ini mencapai Rp 10 ribu per liter. "Tinggi sekali harganya," keluhnya.
Sulitnya bensin di Sintang membuat warga daerah ini terkadang membeli bensin di Binjai Hulu yang berjarak 18 kilometer dari Sintang. Antrean pengisi bensin di daerah Binjai tidak terlalu ramai, namun petugas SPBU tetap memprioritaskan pembeli dengan jerigen.
"Disini juga sama, petugasnya tetap memprioritaskan pengisi bensin dengan jerigen," katanya.
Mulyadi menjelaskan, petugas SPBU di Binjai Hulu menerapkan pembatasan pengisian bensin terhadap para pengendara. Untuk pengisian pertama harga bensin normal Rp 4.500 sedangkan untuk pengisian kedua harganya naik jadi Rp 6.000.
(nal/mad)










































