Survei ICW: Iklan Capres Malah Turunkan Citra
Jumat, 21 Mei 2004 16:58 WIB
Jakarta - Iklan capres di media massa sejak akhir April lalu bukannya meningkatkan pamor mereka. Sebaliknya, iklan itu malah menurunkan citra para kandidat.Demikian hasil survei Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dipaparkan pada pers di kantornya,Jl.Kalibata Timur, Jaksel, Jumat (21/5/2004). ICW melakukan survei di 9 kota besar yaitu Lampung, Padang, Bandung, Pontianak, Samarinda, Surabaya, Makassar dan Mataram serta Jakarta.Wakil Koordinator ICW Luky Djani menyatakan, iklan para capres itu memunculkan persepsi negatif karena memunculkan kecurigaan terhadap jumlah uang yang digelontorkan para capres untuk beriklan. "Terutama bila iklan itu mengeluarkan ongkos besar," kata Luky."Masyarakat lebih ingin tahu tentang program-program riil para calon dibandingkan dengan pemasangan iklan di media-media," sambung Luky.Dari 6 capres, hanya pasangan Hamzah-Agum dan Gus Dur-Marwah saja yang belum beriklan di media massa. SBY-Kalla adalah pasangan yang paling intens beriklan dan nomor satu dalam menghamburkan ongkos iklan.Lebih lanjut Luky menyatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan mengenai kekayaan capres dan cawapres. Tapi saat ini masih ada beberapa hal yang masih harus diverifikasi sehingga belum daoat dumumkan hasilnya. "Tapi akan kami umumkan secepatnya," janji Luky.
(nrl/)











































