Persatuan PRT di Hong Kong Minta Marzuki Mundur

Persatuan PRT di Hong Kong Minta Marzuki Mundur

- detikNews
Minggu, 27 Feb 2011 01:11 WIB
Jakarta - Pernyataan pribadi Marzuki Alie yang dinilai merendahkan tenaga kerja Indonesia sektor pembantu rumah tangga (PRT), mendapat kecaman dimana-mana. Persatuan PRT Migran asal Indonesia di Hong Kong meminta Marzuki turun sebagai Ketua DPR jika malu pada pengiriman PRT ke luar negeri.

"Kalau malu sama rakyatnya sendiri yang menjual tenaganya di luar negeri, sebaiknya dia mundur saja dari DPR. Karena gaji DPR juga dari devisa negara, dimana devisa dari buruh migran Indonesia sangat signifikan," ujar Ketua Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) atau Serikat TKI-Pekerja Rumah Tangga di Hong Kong, Sringatin, dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (26/2/2011) malam.

IMWU mengaku berbicara atas 147 ribu anggotanya di Hong Kong. Mereka sangat kecewa atas pernyataan Marzuki soal PRT migran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sangat mengecam pernyataan sikap Marzuki Alie yang asal jeplak. Hal ini sangat mencerminkan kualitas dan etika lembaga DPR, terutama partai yang berkuasa hari ini," ujar

IMWU meminta agar Marzuki tidak menyalahkan para TKI yang disebutnya kekurangan skill. Seharusnya justru pemerintah dan DPR yang malu karena tidak membuat aturan yang memihak TKI, malah membuat aturan yang memihak perusahaan pengirim TKI (PJTKI).

"Contoh yang dipaparkan Marzuki, itu adalah hasil dari produk hukum buatan DPR yang sarat dengan kepentingan PJTKI, maka itu kami BMI di Hong Kong menuntut UU itu dicabut dan diganti dengan UU perlindungan BMI," lanjut Sringatin.

Seperti diketahui, Ketua DPR Marzuki Alie meminta Menaketrans untuk menyetop pengiriman tenaga kerja wanita pekerja rumah tangga (TKW PRT) ke berbagai penjuru dunia. Dia menilai, TKW PRT ini mencoreng citra Indonesia di luar negeri.

"PRT TKW itu membuat citra Indonesia buruk," kata Marzuki dalam diskusi di Plaza Senayan, Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Jakarta, Sabtu (26/2).

Dia menceritakan ketika bertemu Presiden Suriah beberapa waktu lalu, salah satu pembicaraan adalah TKW PRT. Presiden Suriah menjelaskan banyak kasus yang terjadi di Suriah karena kekurangan skill PRT Indonesia sendiri.

"Ada yang tidak bisa membedakan cairan setrika. Akhirnya menggosok baju seenaknya. Makanya majikannya marah. Wajar saja itu setrika menempel di tubuh pembantu," kisah Marzuki.

Dia lalu memberikan contoh lain tentang perilaku PRT TKW. "Ada yang pura-pura gila. Ada yang menggoda anak majikan karena ingin punya anak yang hidungnya mancung. Lalu ketika sudah lahir dan ingin pulang ke Indonesia karena anaknya tidak punya dokumen," tutur Marzuki di depan puluhan audiens ini.

Dia menilai kualitas PRT sangat buruk sehingga membuat citra Indonesia tercoreng di luar negeri. Alhasil Indonesia terkesan negara sangat miskin. Dampaknya, pegawai profesional dari Indonesia dibedakan standar gajinya dengan pekerja profesional negara lain.

"Saya setuju hentikan TKI PRT untuk sementara waktu. PRT sebaiknya tidak kita kirim karena memalukan. Sebaiknya dihentikan. Ini pendapat pribadi," tandas Marzuki.

(rdf/rdf)


Berita Terkait