Bupati Boyolali, Seno Samodro, menegaskan berbagai langkah pencegahan dan pemberantasan antraks akan dilakukan. Antara lain vaksinasi hewan ternak sapi, kambing dan domba. Selain itu juga dilakukan penyemprotan disinfektan kandang ternak dan sosialisasi kepada masyarakat.
Penyemprotan disinfektan dilakukan terhadap seluruh ternak di 25 desa di 6 kecamatan sekitar lokasi penemuan antraks di Dukuh Tangkisan, Desa Karangmojo, Kecamatan Klego. Enam kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Andong, Klego, Kemusu, Karanggede, Nogosari dan Simo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah-langkah lainnya adalah sosialisasi kepada warga yang akan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan dan Perikanan. Semua upaya tersebut akan melibatkan pihak-pihak terkait seperti perangkat desa, mantri kesehatan, Puskesmas dan rumah sakit.
"Untuk langkah cepat menghadapi KLB, sementara ini kami siapkan Rp 1 miliar dari dana tak tersangka. Penggunaan dana tesebut untuk berbagai langkah antisipasi agar penyakit antraks tidak meluas," ujar Seno.
Diakui Bupati, wabah antraks itu nantinya akan mempunyai efek domino. Tidak hanya bagi dunia peternakan, tetapi juga produk olahan peternakan maupun bagi masyarakat sendiri. Karena itulah perlu dilakukan secara bersama-sama untuk mengantisipasi sebaik mungkin.
Seperti diketahui, sembilan warga Boyolali terjangkit antraks kulit. Mereka diduga tertular dari sapi yang sakit kemudian disembelih dan dagingnya dikonsumsi. Lima orang dari mereka hingga saat ini masih dirawat intensif di RS Moewardi, Solo.
(mbr/gah)











































