KLB Antraks, Dunia Peternakan Boyolali Diawasi Khusus

KLB Antraks, Dunia Peternakan Boyolali Diawasi Khusus

- detikNews
Sabtu, 26 Feb 2011 17:23 WIB
Boyolali - Seluruh hewan ternak di 25 desa pada 6 kecamatan di Boyolali mendapat pengawasan khusus setelah daerah tersebut dinyatakan KLB antraks. Warga juga dilarang menjual atau menyembelih ternak yang sakit. Hewan sakit harus dimusnahkan dengan dibakar dan akan mendapat biaya pengganti dari Pemkab.

Bupati Boyolali, Seno Samodro, menegaskan berbagai langkah pencegahan dan pemberantasan antraks akan dilakukan. Antara lain vaksinasi hewan ternak sapi, kambing dan domba. Selain itu juga dilakukan penyemprotan disinfektan kandang ternak dan sosialisasi kepada masyarakat.

Penyemprotan disinfektan dilakukan terhadap seluruh ternak di 25 desa di 6 kecamatan sekitar lokasi penemuan antraks di Dukuh Tangkisan, Desa Karangmojo, Kecamatan Klego. Enam kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Andong, Klego, Kemusu, Karanggede, Nogosari dan Simo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Boyolali juga meminta warganya untuk tidak menjual atau menyembelih ternak yang sakit. Ternak tersebut harus dimusnahkan dengan cara dibakar dan dikubur. Kemudian dibuatkan berita acara oleh kepala desa yang diketahui mantri hewan setempat. Selanjutnya pemerintah akan mengganti Rp 2,5 juta per ekor.

Langkah-langkah lainnya adalah sosialisasi kepada warga yang akan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan dan Perikanan. Semua upaya tersebut akan melibatkan pihak-pihak terkait seperti perangkat desa, mantri kesehatan, Puskesmas dan rumah sakit.

"Untuk langkah cepat menghadapi KLB, sementara ini kami siapkan Rp 1 miliar dari dana tak tersangka. Penggunaan dana tesebut untuk berbagai langkah antisipasi agar penyakit antraks tidak meluas," ujar Seno.

Diakui Bupati, wabah antraks itu nantinya akan mempunyai efek domino. Tidak hanya bagi dunia peternakan, tetapi juga produk olahan peternakan maupun bagi masyarakat sendiri. Karena itulah perlu dilakukan secara bersama-sama untuk mengantisipasi sebaik mungkin.

Seperti diketahui, sembilan warga Boyolali terjangkit antraks kulit. Mereka diduga tertular dari sapi yang sakit kemudian disembelih dan dagingnya dikonsumsi. Lima orang dari mereka hingga saat ini masih dirawat intensif di RS Moewardi, Solo.



(mbr/gah)


Berita Terkait