50-an Pendemo Anti Militer Dipukuli Anak-anak TNI
Jumat, 21 Mei 2004 16:56 WIB
Denpasar - Kalau aksi demo anti militer di Jakarta aman-aman saja, tidak demikian di Denpasar, Bali. Sekitar 50 mahasiswa dan pemuda yang turun jalan meneriakkan tema itu dipukuli oleh puluhan anak-anak TNI yang tergabung dalam Forum Komunikasi Putra-Putri Indonesia (FKPPI), Jumat (21/5/2004).Insiden itu bermula dari para pendemo yang menamakan diri Jaringan Anti Militerisme dan Orba (JAM Orba). Pendemo berorasi di kampus Universitas Udayana. Mereka menentang capres berlatar militer dan Orba.Demonstran menenteng juga poster yang bergambar foto Wiranto bertuliskan "Pembantai di Timtim" dan foto SBY bertuliskan "Konseptor DOM Aceh" dan beberapa poster lainnya yang bernama mengecam.Setelah beraksi di kampus, pendemo berjalan kaki melalui Jl.Diponegoro pada pukul 14.50 WITA. Tujuan mereka adalah Kodam IX Udayana. Tapi 200 meter menjelang Kodam, mereka dihadang oleh massa dengan jumlah nyaris sama dengan pendemo.Massa penghadang mengenakan seragam FKPPI loreng coklat. Tubuh mereka lebih padat berisi dibandingkan pendemo. Tahu dihadang, empat pendemo berusaha negosiasi dengan anggota FKPPI. Tapi negosiator itu malah kena bogem.Pendemo malang itu lalu memerintahkan teman-temannya yang lain untuk lari. Tapi massa FKPPI malah mengejar pendemo hingga kocar-kacir. Lokasi kejadian di perempatan Jl.Udayana, tepatnya di depan Bank Mandiri-BII, pun macet karena aksi yang berlangsung cepat itu.Para anak militer itu merampas poster-poster yang menyerang Wiranto dan SBY. Kayu bambu yang dipakai untuk menempelkan poster dipukulkan ke pendemo. Seorang pendemo perempuan ditangkap dan "diinterogasi" guna mengetahui siapa saja yang terlibat dalam aksi itu dan siapa pemimpinnya. Bahkan pemudi itu sempat dipukul, meski tidak keras. Massa FKPPI juga merobek-robek poster yang berhasil dirampas. Para mahasiswa berhamburan berlari ke kampus semula. "Mungkin penyerangan dihentikan setelah tahu ada demonstran yang terluka parah," kata seorang pendemo setiba di Universitas Udayana.Adapun mahasiswa yang mengalami luka parah adalah Joseph Eko K.Tako alias Agus (27). Agus adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana. Kepalanya bocor dan mendapat 6 jahitan. Pemuda itu saat ini masih dirawat di RSUP Sanglah Denpasar. Pendemo yang luka lainnya adalah Erni yang luka di bagian lutut.
(nrl/)











































