Golkar Siap Evaluasi Posisinya Dalam Setgab

Golkar Siap Evaluasi Posisinya Dalam Setgab

- detikNews
Sabtu, 26 Feb 2011 16:05 WIB
Jakarta - Partai Golongan Karya (Golkar) juga akan melakukan evaluasi tentang posisinya di dalam koalisi Setgab. Hal ini menyusul sikap Demokrat yang juga akan mengevaluasi koalisi setelah Golkar dan PKS membelot dalam voting angket mafia pajak di DPR.

"Sering dikatakan Demokrat sedikit-sedikit evaluasi, silahkan evaluasi, Golkar juga melakukan evaluasi kok, jika dibikin gerah, silahkan ambil keputusan," ujar Wakil Sekjen Golkar, Happy Bone Zulkarnaen usai diskusi polemik 'Trijaya' di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (26/2/2011).

Dikatakan Happy, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap beberapa hal terkait keberadaan Golkar dalam Setgab. Salah satunya tentang efektif atau tidaknya keberadaan Setgab bagi Golkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saling evaluasi, biasa kan. Dievaluasi apakah kinerja sekarang ini sudah baik atau tidak, apakah Setgab bagus atau tidak, apakah posisi Golkar di Setgab ini betul-betul efektif atau tidak," tuturnya.

"Kalau efektif, kita akan teruskan, kalau ada kelemahan, kita akan perbaiki," jelas Happy.

Happy menilai, dalam hal ini Golkar memang berbeda pendapat dengan Demokrat. Jika memang Demokrat tidak ingin anggota koalisi berbeda pendapat, maka perlu disusun aturan yang jelas dalam koalisi.

"Koalisi ini harus ada aturan main, aturan mainnya apa, jangan sedikit-sedikit berbeda pendapat, dikasih sanksi, dianggap mengancam. Golkar ini partai ide, kalau dibungkam idenya seperti itu berbahaya, kita juga ingin evaluasi," ujarnya.

Menurut Happy, selama ini Golkar sudah cukup beretika dalam koalisi. Dia tak habis pikir jika Demokrat menilai Golkar mengganggu koalisi.

"Apa yang kami lakukan, kita jelaskan argumentatif, kita mengusung itu. Tidak ada satu pun anggota Golkar yang nyeleneh, itu komitmen. Kalau dianggap upaya merusak, kami menganggap ini arogansi. Karena kita berkoalisi dengan presiden SBY bukan dengan Demokrat," tandasnya.

(nvc/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads