Perbaikan Mapolsek Kampar dari Sumbangan Warga

Perbaikan Mapolsek Kampar dari Sumbangan Warga

- detikNews
Sabtu, 26 Feb 2011 15:51 WIB
Pekanbaru - Bupati Kampar, Burhanuddin Musi, yang awalnya berjanji akan memperbaiki Mapolsek yang rusak usai diserbu massa, ingkar janji. Seluruh biaya perbaikan Mapolsek ditanggung masyarakat secara gotong royong.

"Awalnya memang bupati berjanji akan menanggung biaya perbaikan itu. Namun saat kita melakukan perdamaian dengan Polres Kampar, bupati sendiri tidak sempat hadir, alasannya sibuk," kata Ketua Tokoh Adat Kampar, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Syartuni dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (26/2/2011).

Menurut Syartuni, seluruh komponen masyarakat di daerahnya sudah sepakat menanggung seluruh biaya perbaikan Mapolsek pasca dirusak massa. Pengrusakan oleh pihak Mapolsek akibat salah tangkap orang dalam kasus dugaan judi togel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah berdamai dengan Polres Kampar agar dalam kasus ini tidak dibawa ke ranah hukum. Dan kita pun sudah siapkan dana untuk memperbaikinya yang kita hitung sementara ini sekitar Rp 50 juta. Dana sebanyak itu dari sumbangan warga, bukan bupati," kata Syartuni.

Sebagaimana diketahui, pasca kerusuhan itu, Bupati Kampar, Burhanudin yang statusnya tersangka KPK dalam kasus dugaan korupsi izin kehutanan ini, berjanji di depan Kapolda Riau dan masyarakat akan menanggung seluruh biaya perbaikan. Tapi rupanya janji ini tidak ditepati. Dalam pertemuan antara tokoh adat, alim ulama dan Polres Kampar, bupati tidak datang.

"Upaya perdamaian masyarakat dengan Polres Kampar sama sekali tidak melibatkan Bupati Kampar. Tanpa bupati pun, kita bisa menuntaskan semua masalah yang ada, termasuk dananya. Dengan sukarela masyarakat bersama-sama untuk memperbaikinya," imbuh Syartuni.

Dalam kasus pengerusakan Mapolsek tersebut masyarakat dengan Polres Kampar tidak membawa ke ranah hukum. Kasus yang diawali salah tangkap terhadap warga ini diselesaikan lewat perdamaian dengan cara musyawarah.

Polres Kampar juga sudah melepas empat orang warga yang sebelumnya diamankan pasca kerusuhan. Pihak polisi sendiri juga bersedia menanggung dana biaya pengobatan warga yang mengalami cendera saat terjadi kerusuhan tersebut.

"Kita sudah sepakat dengan seluruh komponen masyarakat kasus ini kita selesaikan
denganย  damai dan tidak ada proses hukum lebih lanjut. Namun internal kita, tetap
saja ada tindakan disiplin bagi anggota yang lalai dalam menjalankan tugas," kata
Kapolres Kampar AKBP Muttaqien dalam perbincangan dengan detikcom.
(cha/nik)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads