"Yang sekarang diributkan kan Golkar dan PKS. Lebih baik saya tidak berkomentar," kata Ketum DPP PPP, Suryadharma Ali usai membuka Muswil PPP Jawa Tengah di Hotel Patrajasa Semarang, Jalan Sisingamangaraja, Sabtu (26/2/2011).
Surya menambahkan, PPP tidak berkoalisi dengan Golkar dan PKS, tapi dengan PD dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga pihaknya merasa tak punya hak ikut campur dalam wacana keluar masuknya anggota Setgab. Apalagi, keberadaan Partai Golkar dan PKS tak berdampak langsung pada PPP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surya menjelaskan, ada dua pandangan soal format koalisi. Yang satu berarti seluruh anggota koalisi bersuara sama, tidak boleh ada perbedaan dalam menyikapi suatu masalah. Yang kedua, koalisi yang
dibangun dengan menghormati demokrasi. Cirinya, ada ruang untuk kritik.
PPP memahami yang mana? "Ya, kami yang kedua. Sejak awal koalisi, presiden memberi keleluasaan anggota koalisi menyampaikan kritik. Beliau kan tidak ingin memberangus demokrasi," ungkapnya.
Surya hadir bersama Ketua DPP Lukman Hakim Saefuddin, Aris Mudatsir, Mandan, dan Wasekjen DPP PPP M Romahurmuzy. Turut hadir, Gubernur Jateng Bibit Waluyo dan sejumlah pimpinan partai di Jateng. Selain itu, acara yang diperkirakan berlangsung hingga MInggu (27/2) besok itu dimeriahkan ratusan pengurus dan kader PPP.
(try/mok)










































