Pertempuran Ganas di Karbala, 18 Gerilyawan Irak Tewas
Jumat, 21 Mei 2004 15:36 WIB
Jakarta - Tank-tank Amerika dan pesawat AC-130 menggempur posisi kelompok perlawanan Irak di pusat kota suci Karbala, Jumat (21/5/2004) dini hari waktu setempat. Menurut militer AS, dalam adu senjata itu pasukan AS menewaskan 18 pejuang yang loyal kepada ulama pemberontak Muqtada al-Sadr.Pertempuran dimulai setelah pemberontak menembakkan granat berpeluncur roket ke tank-tank AS yang berpatroli di "Kota Tua" Karbala. Demikian disampaikan Kolonel Pete Mansoor dari Divisi Bersenjata Pertama AS.Tank-tank AS balik menyerang. Dan terjadilah pertempuran ganas yang berlangsung lebih dari dua jam. Demikian seperti dilansir kantor berita Associated Press (AP), Jumat (21/5/2004).Dikatakan Mansoor, 18 gerilyawan Irak tewas dalam kontak senjata itu. Namun menurut Dr. Abbas Falih al-Hassani dari Rumah Sakit al-Hussein di Karbala, 12 orang tewas, termasuk dua peziarah warga Iran. Sebanyak 13 orang lainnya mengalami luka-luka.Korban tewas termasuk seorang pengemudi mobil yang membawa kru kamera jaringan televisi Arab, Al-Jazeera. Rashid Hamid Wali, 40, tewas ketika membantu seorang kru jaringan yang berbasis di Qatar itu, memfilmkan baku tembak tersebut dari atas atap hotel. Demikian ujar Ahmed al-Sheikh, editor berita Al-Jazeera. Belum jelas apakah ia tewas karena tembakan pasukan AS atau gerilyawan Irak.Pertempuran juga terjadi antara pasukan AS dan loyalis al-Sadr di kota suci Irak lainnya, Najaf. Seorang warga sipil Irak tewas dan seorang lainnya cidera ketika mobil mereka terkena terjangan peluru dalam kontak senjata itu.
(ita/)











































